Kediri  

Penyaluran Bahan Komoditas Pangan BPNT di Kota Kediri Diduga Berkualitas Rendah

Penyaluran Bahan Komoditas Pangan BPNT di Kota Kediri Diduga Berkualitas Rendah
Salah satu E Warung yang diduga hanya beroperasi (buka) disaat berlangsungnya program BPNT, namun kini tempat penyaluran bantuan dari pemerintah tersebut tampak tutup alias tidak beroperasi lagi. Sebab, pelaksanaan program tersebut ditengarai sedang bermaslah dan kini kasusnya ditangani oleh Kejari Kota Kediri.

KEDIRI (WartaTransparansi.com)  – Pada tahun 2017 – 2022 pemerintah pusat melalui kementrian sosial telah mengelontorkan anggaran untuk program Penyaluran Bantuan Pangan (BPNT). Program yang sudah berjala selama lima tahun itu diperuntukan atau diprioritaskan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Hanya saja, proses penyalurannya tidak sedikit ditemukan persoalan yang menjurus ke ranah hukum. Contahnya, penyaluran BPNT di Kota Kediri, yang saat ini ditanggani oleh Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Penanngannya pun sejauh ini masih dalam proses penyidikan.

Berdasarkan pantaun dan informasi di lapangan menyebutkan bahwa sejumlah KPM di Kota Kediri berkeluh tentang bahan komoditas pangan yang didapat dari program BPNT. Pasalnya, bahan komoditas berupa beras,telur, buah,daging, sayur dan kacang-kayangan itu dinilai berkualitas rendah.

” Keluhanya berasnya memang tidak bermerek, dan terkadang ada kerikilnya (batu kecil.red) sedikit-sedikit. Kemudian telurnya agak tipis warnanya bukan kecoklatan bahkan gampang pecah karena kulitnya tipis,” ungkap, salah satu KPM berasal dari Kelurahan Burengan, Mujiati, Kamis (17/3/2022).

Satu bulan sekali, masih kata dia, sejak terdaftar sebagai KPM dirinya memperoleh sejumlah komoditas pangan yang terdiri dari beras, telur, tahu, kacang hijau, aneka buah, dan sayuran dari E Warung senilai Rp. 200 ribu.

” Bantuan yang saya terima berupa Beras 10 kilogram, telur 1 kilogram, sayur mayur 1 kilogram, kacang hijau ¼ kilogram, buah berupa nanas 2 Buah, dan 4 potong tahu,” katanya.

Terpisah, hal serupa juga diutarakan oleh KPM di Kelurahan Burengan, Mariani. Pihaknya mengungkapkan, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2022 masih tercatat sebagai KPM.

” Saya mendapat sembako dari program BPNT sudah 5 tahun terakhir ini. Ya tepatnya sebelum pandemi Covid-19 atau sejak awal dimulainya program itu, “ujarnya.

Lalu, selama 5 tahun menjadi KPM, apakah jenis bantuan yang diberikan oleh pemerintah ada perbedaan, mulai dari kualitas hingga harga jenis bahan komoditas pangan? Ditanya demikian, pihaknya mengatakan terkait macam bahan tidak ada perbedaan.

Namun, pihaknya melanjutkan, sejak pandemi melanda, tepatnya pada Desember 2021, kualitas barang yang diterima justru mengalami penurunan kualitas.

” Selain berat barangnya ada yang tidak sesuai, kadang- kadang rasanya beras apek (bau.red), terus ada kutunya. Lalu telurnya warnanya tidak coklat tua berkulit tipis,” paparnya.

Disingung terkait adanya indikasi penurunan kualitas dan kuantitas barang yang diperoleh dari E Warung Surya Agung berlokasi di wilayah Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Dirinya mengaku tidak berani menyampaikan keluhannya tersebut, karena khawatir akan dianggap sebagai provokator.