Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriStrategi Produsen Tahu di Kota Kediri Siasati Mahalnya Harga Kedelai

    Strategi Produsen Tahu di Kota Kediri Siasati Mahalnya Harga Kedelai

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Produsen tahu takwa atau tahu kuning di Kota Kediri, Jawa Timur, terpaksa mengurangi takaran kedelai untuk bahan baku pembuatan tahu, menyusul tingginya harga kedelai hingga sekitar Rp11.000 per kilogram.

    “Ini dampaknya besar untuk usaha tahu. Selain menurunkan kualitas tahu, kami juga untuk laba sehari-hari sedikit, cukup untuk menggaji karyawan dan operasional,” ucap Purborini, pemilik tahu takwa “Populer” di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat (25/2/2022).

    Berdampak besar terhadap usaha tahu. Selain menurunkan kualitas tahu. juga untuk laba sehari-hari yang diperoleh menjadi sedikit, bahkan hanya cukup untuk menggaji karyawan dan operasional.

    Untuk menyiasati harga kedelai. Dia terpaksa mengurangi takaran saat mengolah, biasanya untuk sekali masakan kedelai dibutuhkan adalah 12 kilogram, kini dikurangi hanya menjadi 10 kilogram.

    Baca juga :  Pemkab Kediri Catat 76 Kasus PMK, Pasar Hewan Terancam Ditutup

    “Kalau selama ini, sasaran pelanggan ke luar kota yakni ke Tulungagung, Kertosono, Pare, Gurah, Wates. Kalau Kota Kediri tidak. Kami juga antar barang ke lokasi tujuan, mereka biasanya akan menjual ke pasar tradisional,” tuturnya.

    Dimana harga tahu takwa yang dijual ditempat usaha yang ia kelola, tidak ada perubahan yakni Rp 900 per biji, dan dirinya tidak berani menaikkan harga jual tahu, sebab bisa berpengaruh pada pelanggan yang pindah tempat.

    Pengusaha yang meneruskan usaha orang tuannya sejak tahun 2017 menambahkan, pandemi Covid-19 berimbas pada usahanya. Jika sebelum pandemi, setiap kali produksi bisa membuat hingga Rp 7 ribu per biji, saat pandemi Covid-19 ini turun hanya menjadi Rp 3.400 per biji tahu takwa.

    Baca juga :  Jembatan Ngadi Akan Dibangun Tahun ini Senilai Rp 7,72 Miliar

    Menurutnya, imbas adanya pandemi cukup berat dalam menjalankan usaha, namun, dirinya memutuskan dengan para pegawainya tetap bekerja seperti biasa, memasak kedelai agar diolah menjadi tahu.

    Langkah yang diambil lainya yakni tidak menaikkan harga tahu takwa yang dibuatnya. Guna menekan kerugian, dirinya mengurangi takaran kedelai setiap kali memasak tahu.

    “Saya jualnya di pasar itu untuk harga tahu Rp. 900 per potong. Memang ada pelanggan yang bertanya tekstur tahu kurang padat dan saya Jelaskan. Kemudian mereka mengerti. Sengaja tidak menaikkan harga tahu, sebab pelanggan bisa jadi lari ke tempat lain,”urainya.

    Untuk penjualan tahu yang diproduksinya, Rini, sapaan akrabnya menjual ke luar Kota Kediri. Ia sudah punya pelanggan tetap untuk menampung produksinya untuk dijual ke sejumlah pedagang pengecer lainnya. Ungkapnya.

    Baca juga :  Satlantas Polres Kediri Kota Operasionalkan Mobil Incar

    Terpisah, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, pihaknya berharap Kementerian Perdagangan bisa membuat terobosan sehingga harga kedelai bisa turun.

    “Kami berharap kementerian terus bekerja untuk paling tidak bisa menurunkan harga kedelai sampai ke daerah. Jadi, kami akan komunikasi dengan pusat, Kemendag, agar bisa memberikan bantuan dalam bentuk entah itu transpor atau apa, sehingga harganya tidak terlalu melonjak,”katanya.

    Walikota yang akrab disapa Mas Abu menambahkan, di wilayah Kota Kediri pemilik UMKM tahu masih tetap beroperasi seperti biasa. Dirinya mengajak masyarakat agar tetap mendukung usaha tahu di Kediri, dengan cara tetap membeli lauk tahu.

    “Stoknya aman, distribusi semua aman, cuma harganya saja. Sambil berdoa, berharap dari pusat segera bergerak sehingga bisa stabil lagi,” Pungkasnya. (abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan