Rabu, 29 November 2023
27 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanIni Alasannya Kenapa Gus Yahya Pilih Khofifah

    Ini Alasannya Kenapa Gus Yahya Pilih Khofifah

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dalam kesempatan berkunjung ke Surabaya dalam rangka Harlah NU di Bangkalan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberikan pernyataan mengapa dirinya memilih Khofifah Indar Parawansa menjadi pengurus PBNU.

    Itu tidak laian karena NU perlu peran Khofifah Indar Parawansa. Dia memiliki kemampuan sebagai seorang teknokrat.

    “Jadi itu alasan saya mengapa memilih Khofifah Indar Parawansa sebagai perempuan pertama yang masuk sebagai jajaran menjadi Ketua Tanfidziyah PBNU,” ujar Gus Yahya ditemui usai Silaturahim Harlah Ke-99 NU di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu malam.

    Ia mengaku bahwa memilih Khofifah, termasuk Alissa Wahid di struktural PBNU bukan karena masalah gender, tapi lebih ke kualitas dan kebutuhan peran keduanya.

    Baca juga :  Lantik Anggota KI Jatim Ditahun Politik, Gubernur Khofifah: Segera Tancap Gas

    “Kalau ada yang lebih baik dari Mbak Khofifah, mungkin dia tidak saya ajak masuk. Bagi yang mempertanyakan kualitasnya, cari yang lebih baik dan tunjukkan ke saya. Tapi saya yakin, di Indonesia tak ada yang lebih teknokrat dari dia,” ucapnya.

    Ketum PBNU mengatakan bahwa di tubuh ormas yang saat ini dipimpinnya, ia menginginkan diurus laksana pemerintahan sehingga diperlukan kecakapan teknokrasi.

    Baca juga: Ketua Umum PBNU ajak masyarakat untuk vaksin dan perketat prokes

    Ia mengenang saat menjadi juru bicara Presiden Gus Dur beberapa tahun lalu, yang sampai sekarang tak berani ditanyakan alasan memilih Khofifah langsung terjun ke eksekutif, bahkan sampai menjadi menteri.

    Baca juga :  Lantik Anggota KI Jatim Ditahun Politik, Gubernur Khofifah: Segera Tancap Gas

    Selain menjadi menteri di era Presiden Gus Dur, Khofifah juga pernah dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial, lalu sekarang menjabat sebagai Gubernur Jatim.

    Ia juga akan meminta Khofifah berkeliling ke seluruh PWNU se-Tanah Air untuk mengajar tentang pendidikan teknokrasi kepada seluruh pengurus, baik di tingkat provinsi maupun cabang.

    “Tapi sebelum ke luar provinsi, tolong ajarkan tentang teknokrasi di tubuh PWNU Jatim. Setelah tingkat provinsi, kemudian cabang-cabang,” kata dia.

    “Sekali lagi, saya minta Bu Khofifah sebagai ketua untuk mengajarkan tentang bagaimana mengelola dan membangun teknokrasi di tubuh NU,” katanya menambahkan.

    Baca juga: Presiden Jokowi terima Ketua Umum PBNU Gus Yahya di Bogor

    Baca juga :  Lantik Anggota KI Jatim Ditahun Politik, Gubernur Khofifah: Segera Tancap Gas

    Di sisi lain, pada kesempatan tersebut turut hadir sejumlah pengurus tanfidziyah, rais syuriah PBNU maupun Ketua PWNU se-Tanah Air.

    Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menjelaskan bahwa rangkaian Harlah NU puncaknya digelar di Kabupaten Bangkalan, Madura, yang dipilih karena menjadi tanah kelahiran KH Syaichona Kholil. (Jon/ais)

    Reporter : Soejono Muhammad

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan