Minggu, 2 Oktober 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriLSM Seroja Dukung Sinergitas Kejari Berantas Korupsi

    LSM Seroja Dukung Sinergitas Kejari Berantas Korupsi

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Sebagai wujud apresiasi dan dukungan dalam memberantas kasus korupsi, LSM Saroja berikan tumpeng dan piagam penghargaan serta piala keberhasilan kepada Kejaksaan Kota Kediri, Senin (3/1/2022).

    Kajari Sofya Selle, SH didampingi Kasi Intelejen Harry Rahmad dan Kasipidsus Nur Ngali menyampaikan, LSM Seroja merupakan tamu pertama pada awal tahun 2022 yang berkunjung ke kantor Kejaksaan Kota Kediri.

    keberadaan LSM tersebut dirasa sangat membantu peran pemerintah dalam memberantas Tindak Pidana Korupsi.

    Berkenaan sejumlah kasus yang telah dilaporkan kepada pihaknya, kini sedang menyita perhatian masyarakat, bahkan berkaitan kasus tersebut Kejari Kota Kediri telah mendapatkan dua penghargaan.

    “Ada satu kasus menjadi atensi nasional atas laporan LSM Saroja. Kemudian Kejaksaan mendapatkan dua predikat sebagai Wilayah Bebas Korupsi dari Menpan RB (WBK) dan Kejaksaan Agung memberikan apresiasi satuan kerja ranking kelima seluruh Indonesia atas penanganan tipikor di Kejaksaan Kota Kediri bidang Pidana Khusus” tuturnya.

    Baca juga :  Ratusan Warga Kediri Deklarasi Dukung La Nyalla Capres 2024

    Pegawai Dinas yang akrab disapa Sofyan, menambahkan, bekaitan kasus Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT). Pihanya telah merampungkan proses penyelidikanya dan dalam minggu ini akan digelar pengungkapan kepada masyarakat.

    “Kami akan melakukan ekspose dulu bagaimana hasil penyelidikan. Memang dari hasil penyidikan oleh kami ini, ditemukan peristiwa pidana pelanggaran hukum dalam penyaluran Bantuan Non Tunai dari anggaran dari Kemensos,” urainya.

    Dewan Pengawas LSM Saroja, Supriyo, mengutarakan, pihaknya memberikan apresiasi diawal Tahun 2022 atas kinerja Kejaksaan Negeri Kota Kediri sebagai lembaga terpercaya dalam pemberantasan kasus Tindak Pidana Korupsi, dan sekaligus merayakan berdirinya LSM Soroja ketiga tahun.

    Menurutnya, ada tiga perkara yang sudah berhasil ditangani Kejaksaan, salah satunya BPR kota yang sudah masuk ke ranah peradilan Tipikor Surabaya. Kedua kasus Dinas Pendidikan yang sekarang perkaranya telah diputuskan oleh Pengadilan Tipikor dan ketiga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Dinas Sosial

    Baca juga :  Edarkan Pil Dobel L, Buruh Serabutan Asal Kediri Ditangkap

    Pihaknya telah memperkirakan akan ada sejumlah nama yang akan terseret sebagai tersangka dalam kasus BNPT tersebut.

    “Karena sudah dipastikan masuk ke tahap penyidikan, kalau kami kalkulasi kurang lebih tersangka bisa mencapai 12 orang. Di antaranya pihak Dinsos Kota Kediri sebagai regulator dari kebijakan itu,” ungkapnya.

    Aktivis yang akrab disapa Priyo menambahkan, sebenarnya masih ada satu kasus lagi, hingga sekarang masih belum tuntas. Yakni kasus pembangunan TPA III Kota Kediri senilai Rp 7,6 miliar.

    Untuk itu pihaknya akan terus melakukan pengawalan berkenaan kasus yang kini masih ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Timur.

    “Perkara itu sekarang menggantung di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, awalnya kami bikin dumas ke Tipikor Polda Jatim. Akhirnya disposisi kepada Kejaksaan Tinggi pada bulan Maret yang lalu. Tim penyidik dari Kejaksaan sudah datang ke TPA sudah memeriksa TKP segala macam. Tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut, kami akan mengejar itu karena ada kerugian miliar rupiah. Apalagi ini akan proyek jalan tol yang tembus ke sana,”pungkasnya. (abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan