Jumat, 30 September 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiPasang Portal, Warga Tanjung Tolak Rencana Docking Kapal

    Pasang Portal, Warga Tanjung Tolak Rencana Docking Kapal

    BANYUWANGI (WartaTransparansi.com) – Adanya dugaan akan dibangunnya docking kapal laut di area lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi mendapat penolakan dari warga setempat.

    Puluhan warga menghadang akses jalan menuju lahan yang akan dibangun proyek tersebut dengan memasang portal layang. Lantaran mereka kecewa dengan pemilik tanah yang tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat setempat.

    Meski rencana pembangunan disekitar pantai yang dilakukan oleh pemilik lahan mendapat protes dari warga namun sebagian beton tetap dikirim, hal ini yang membuat warga marah dan sengaja memasang portal layang.

    “Meski yang bersangkutan mau memberi akses jalan untuk membangun tembok dan plengsengan warga tidak setuju karena wacana mau membangun galangan kapal atau docking kapal sudah tercium oleh warga sehingga kami menolak,” kata Sukiran, senin (27/12/2021).

    Baca juga :  USAID Gelar Lokakarya di Banyuwangi Dukung Peningkatan IPM

    “Jadi yang dilakukan oleh mereka itu pertama membuat pagar bambu ujung-ujungnya jadi beton, dan mereka pamit mau numpang parkir kapal di pinggir pantai,” imbuhnya.

    Informasi yang dihimpun awak media saat warga bergejolak tiba tiba muncul VOICE NOTE yang mengaku mantan perwira TNI AL Banyuwangi meminta kepada salah satu tokoh masyarakat setempat agar dapat meredam.

    Suara orang dalam Voice Note itu juga mengaku sebagai pemilik perusahaan yang bergerak dalam bidang docking kapal namun atas nama keponakan pemilik lahan. Perusahaan tersebut akan bekerjasama dengan pemilik lahan yang tak lain seorang dokter sekaligus pengusaha kapal.

    Selanjutnya awak media mengkonfirmasikan kepada Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (p) Ansori sangat terkejut dengan adanya Voice Note yang mengaku mantan perwira TNI AL Banyuwangi dan memang benara adanya namun hal tersebut merupakan urusan pribadi yang bersangkutan, bukan Lanal Banyuwanģi.

    Baca juga :  Tanpa Dokumen, Ratusan Babi Gagal Dikirimkan

    “Kami tegaskan dan pastikan anggota kami di Lanal Banyuwangi tidak ada yang terlibat jika dalam Voice Note itu mengaku mantan perwira TNI AL di Banyuwangi itu urusan pribadi yang bersangkutan,” terangnya.

    Ansori juga menambahkan, dalam hal apapun tidak diperkenankan seorang prajurit memiliki bisnis pribadi, kecuali bukan atas namanya, namun kami akan menyelidiki lebih lanjut karena disini juga ada Denpomal,” pungkasnya. (Yin)

    Reporter : Nur Muzayyin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan