Senin, 26 September 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiPaijan si Pelayan Setia Anas Pengusaha Angkot yang Tersingkirkan

    Paijan si Pelayan Setia Anas Pengusaha Angkot yang Tersingkirkan

    Baik pembaca setia fiksi Anas Pengusaha Angkot yang saya banggakan. Kali ini kita akan membahas tentang ” Paijan si Pelayan Anas Pengusaha Angkot yang Tersingkirkan”.

    Paijan adalah salah satu pegawai PT. Pasukan Jembuk – Jembuk yang dibawa langsung oleh Anas pengusaha angkot. Jabatan Paijan sebagai Supervisor. Paijan adalah salah satu pegawai muda yang pintar dan cekatan dalam bekerja.

    Singkat cerita, saat Anas pengusaha angkot awal pertama kali membuka dan menjadi pimpinan PT. Pasukan Jembuk – Jembuk, Paijan adalah salah satu orang yang dijanjikan jabatan sekretaris. Paijan memiliki atasan yang dekat dengan Anas pengusaha angkot.

    Berjalannya waktu, Paijan sebagai supervisor dijadikan mesin ATM oleh Anas pengusaha angkot. Ada kegiatan apapun dan kapan pun Paijan harus siap dan menuruti kemauan dan permintaan Anas pengusaha angkot.

    Baca juga :  Bupati Banyuwangi Buka Muskerda BAMAG Jatim

    Pameran bagian dari konspirasi Anas pengusaha angkot

    Pameran yang diselenggarakan oleh PT. Pasukan Jembuk – Jembuk dan PT. Asria Jembuk – Jembuk merupakan bagian konspirasi dari Anas pengusaha angkot untuk mengamankan perusahaan yang ia miliki. Ibarat anak kecil, semua diberi mainan agar tidak ” rewel “.

    Dari 8 pameran hingga menjadi puluhan pameran untuk menyedot perhatian pemodal di PT. Pasukan Jembuk – Jembuk terus dilakukan dan Paijan pun kewalahan karena permintaan uang dadakan yang cukup banyak dengan nominal miliaran rupiah oleh Anas juragan angkot.

    Paijan merasa kecewa pada Anas pengusaha angkot, karena semua yang dilakukan tidak sesuai dengan fakta misalkan pameran yang membutuhkan biaya fantastis dan penghargaan yang diterima oleh PT. Pasukan Jembuk – Jembuk.

    Baca juga :  Bupati Banyuwangi Buka Muskerda BAMAG Jatim

    Satu penghargaan bisa dengan mengeluarkan biaya 300 hingga 500 juta rupiah. Sedangkan banyak konsumen yang kritis mengejar Paijo dan mempertanyakan kebenaran promosi dan penghargaan yang diterima oleh PT. Pasukan Jembuk – Jembuk.

    Jer basuki mawa bea”. Pepatah Jawa ini tampaknya cocok untuk menggambarkan pengorbanan Paijan supervisor dan juga tak lain si pelayan Anas pengusaha angkot. Pepatah ini mensyaratkan bahwa setiap cita-cita, idealisme, kesuksesan itu membutuhkan biaya yang cukup besar.

    Kekecewaan Paijan memuncak saat mutasi jabatan seluruh pegawai PT. Pasukan Jembuk – Jembuk dilakukan. Paijan kecewa karena janji pengusaha angkot tidak ditepati yaitu menempatkan Paijan sebagai salah satu sekretaris.

    Sekretaris yang dijanjikan oleh pengusaha angkot justru ditempati oleh orang yang tidak memiliki kemampuan di bidangnya. Paijan pun berkata ” kurang apa saya ini, uang ratusan juta sekarang minta harus ada. Sampai saya menggadaikan sertifikat rumah saya”.

    Baca juga :  Bupati Banyuwangi Buka Muskerda BAMAG Jatim

    Sekian dulu cerita kisah Paijan. Sekali lagi ini adalah cerita fiksi. Nantikan kelanjutan ceritanya dengan pembahasan yang lebih hot dan menggigit. Mohon maaf jika ada kesamaan kisah dan nama dalam cerita fiksi negeri dongeng versi FOSKAPDA. (Penulis Veri Kurniawan S.ST –  Pendiri FOSKAPDA ).

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan