Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukTahun Ganda Putri Rebut Emas, Keajaiban Kembali untuk Merah Putih
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Tahun Ganda Putri Rebut Emas, Keajaiban Kembali untuk Merah Putih

     

    Keajaiban demi keajaiban kembali berpihak untuk Merah Putih, Kontingen Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020, mencatat sejarah dengan mempersembahkan medali emas pertama dari pasangan ganda putri cabang olahraga para bulutangkis.

    Lagi-lagi, keajaiban datang dari pasangan ganda putri cabang olahraga para bulutangkis. Dan berhasil merebut medali emas, setelah pada babak final SL3 SU5, Ratri/Sadiyah mengalahkan wakil China, Cheng Hefang/Ma Huihui di laga final dengan skor 21-18 dan 21-12.

    Keberhasilan ini merupakan medali emas pertama Indonesia di Paralimpiade 2020, sekaligus mengakhiri puasa medali emas selama 41 tahun. Setelah Indonesia mencatat sejarah pernah membawa pulang medali emas terakhir pada tahun 1980.

    Keberhasilan
    Indonesia merebut medali emas di Paralimpiade 2020. Karena keajaiban ganda putri Leani Ratri Oktila/Sadiyah Khalimatus mampu bermain sabar dan mampu mengendalikan permainan, walaupun sempat tertinggal pada set kedua.

    Sabtu (4/9/2021) petang WIB, di Yoyogi National Gymnasium, permainan ganda putri Indonesia yang menyumbangkan emas dari cabang olahraga para bulutangkis, pada game pertama berjalan dengan cukup ketat. Namun, Ratri/Sadiyah bisa menjaga keunggulan sampai mengakhiri set pertama 21-18.

    Pada game kedua,
    pasangan China bisa memimpin dengan skor 2-6. Namun, Ratri/Sadiyah mampu sabar dan mampu menyamakan skor menjadi 8-8.

    Situasi berubah ketika Ratri/Sadiyah mampu memimpin dengan skor 11-9. Setelah itu, pasangan Ratri/Sadiyah tampil meyakinkan dan mampu merebut game kedua dengan skor 21-12, sekaligus mempersembahkan medali emas.

    Ini merupakan medali emas perdana Indonesia di Paralimpiade 2020. Dan sementara Kontingen Paralimpiade Tokyo 2020 Indonesia sudah mendulang enam medali dengan rincian 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

    Cabor para bulutangkis sendiri dari 6 medali, sudah menyumbangkan tiga medali. Dengan rincian, satu medali emas, perak (Dheva Anrimusthi) dan perunggu (Suryo Nugroho).

    Sukses ini bukan sekedar keajaiban, tetapi kekuatan atlet paralimpiade Indonesia mengukir prestasi. Tangis pun memecah suasana dari pasangan
    Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah saat pasangan ganda putri para bulutangkis Indonesia ini berhasil menyumbangkan medali emas.

    Tiga puluh tiga (33) hari sudah setelah ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas cabang olahraga badminton Olimpiade Tokyo 2020. Kini ganda putri kembali mempersembahkan medali emas dari cabor para bulutangkis Paralimpiade Tokyo 2020, dengan meraih sukses yang sama. Dari pasangan sama-sama ganda putri.

    Drama ganda putri merebut medali emas dengan penuh keajaiban dan keajaiban, kebetulan juga sama-sama mengalahkan pasangan dari Tiongkok (China). Jika Greysia Polii/Apriyani Rahayu
    mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China) dengan skor 21-19, 21-15, Senin (2/8/2021) pagi WIB. Hari ini, Sabtu (4/9/2021) petang WIB, Ratri/Sadiyah mengalahkan wakil China, Cheng Hefang/Ma Huihui dengan skor 21-18 dan 21-12.

    Keberhasilan pasangan ganda putri bulutangkis dan para bulutangkis menjadi kebanggaan seluruh anak bangsa, ibu pertiwi dan bendera Merah Putih. Mereka mengukir dan menorehkan tinta emas dengan penuh keajaiban. “Tidak ada keajaiban kecuali dari Allah SWT”

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan