Rabu, 27 Oktober 2021
31 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiMalu! Kontingen PON Jatim, Termiskin Diantara Pesaing (1)
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Malu! Kontingen PON Jatim, Termiskin Diantara Pesaing (1)

    Selasa (31 Agustus 2021) bersama Ketua Harian KONI Jatim, M. Nabiel dan Ketua Pengprov PBSI Jatim, Widjanarkod diminta mengisi acara “Sudut Pandang” TVRI Jawa Timur dengan fokus pembicaraan mengenai persiapan Kontingen PON XX Jatim menuju perhelatan bergengsi di Papua.

    Secara mengejutkan demam Kontingen PON Jatim menuju perhelatan ke-20 di Papua, masih adem ayem. Demikian juga dari segi dukungan kepada para atlet sebagai pasukan “hidup mati” Pemerintah Provinsi Jawa Timur di medan laga juga masih terkesan biasa-biasa saja.

    Walaupun pada acara dengan teknologi zoom ini, Nabiel sudah memaparkan persiapan Kontingen PON Jatim untuk kembali merebut juara umum dengan perolehan medali di atas Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Jawa Barat (sebagai juara umum PON XIX 2016 Bandung Jabar).

    Baca juga :  Tabrani = Tahu-Tahu Berani

    Tetapi sayang seribu sayang, dalam dialog dengan sedikit dibumbui diskusi itu, ternyata persiapan Kontingen PON Jatim menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2-15 Oktober 2021, nanti sangat memalukan.

    Kontingen PON Jatim dengan ambisi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pimpinan DPRD Jatim dengan Ketua Kusnadi, Ketua Umum KONI Katim Erlangga Satriagung, Direktur Puslatda M. Nabiel, juara umum, ternyata dikebiri anggaran karena alasan refokusing Covid-19.

    Dan jika itu benar, maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk penanggung jawab tim anggaran Plt Sekeratris Daerah Provinsi, wajib malu. Membiarkan Kontingen PON Jatim dengan target juara umum ternyata termiskin diantara kontingen pesaing.

    Dimana pada PON XX Papua, Kontingen PON Jatim diperkirakan membidik sekitar 120 medali emas, dengan selisih 5-10 dengan DKI Jakarta dan 5-15 dengan Jawa Barat. Tetapi dari segi anggaran dan persiapan tidak didukung sama sekali.

    Baca juga :  Tabrani = Tahu-Tahu Berani

    Sumber terpercaya menyatakan bahwa Kontingen PON XX DKI Jakarta mendapat suntikan anggaran Rp410 miliar, Kontingen PON XX Jabar Rp254 miliar, sementara Jatim hanya Rp218 miliar. Inilah cikal bakal kehancuran pembinaan olahraga nasional dari Jatim karena pejabat di daerah yang notabene menjadi penanggung jawab kebangkitan prestasi olahraga nasional, sengaja atau tidak sengaja memberikan dukungan anggaran tidak memadai.

    Apalagi, bicara soal PON bahwa menjelang keberangkatan ke medan laga dengan berbagai persiapan maksimal, semestinya atlet sudah dipersiapkan seperti “raja”. Juga mendapat dukungan moril dan materiil seakan-seakan pertandingan di PON XX titik puncak kulminasi pembinaan nasional menuju jenjang prestasi internasional. Benar-benar puncak memburu prestsi.

    Baca juga :  Tabrani = Tahu-Tahu Berani

    Kebiasaan menjelang laga di PON atlet-atlet Jatim potensi memperoleh medali emas, sudah dipajang gambarnya di mana-mana, dikenalkan ke seluruh publik sekaligus dimintakan doa supaya mencapai sukses gilang gemilang. Mungkin karena anggaran termiskin diantara pesaing dibiarkan seperti tidak persiapan perang besar di medan olahraga.

    Sekali lagi, jika tidak didukung anggaran yang memadai dan kebersamaan semua pihak mendukung Kontingen PON XX Jatim, maka jangan salahkan jika menjadi bibit kegagalan dan kebencian atlet terhadap Jawa Timur. Karena tidak memberikan penghargaan sebagaimana layaknya. (djoko tetuko/bersambung)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuk
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan