Selasa, 30 November 2021
25.6 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiReskrim Polres Banyuwangi Ungkap Jaringan Pemalsu Rapid Tes

    Reskrim Polres Banyuwangi Ungkap Jaringan Pemalsu Rapid Tes

    BANYUWANGI (WartaTransparansi.com) – Dalam jangka waktu tiga bulan tim Reskrim Polresta Banyuwangi berhasil ungkap dan amankan tiga pelaku bisnis pemalsu surat / dokumen tes rapid antigen.

    Selama tiga bulan terakhir tim Reskrim Polresta Banyuwangi melakukan penyelidikan kasus ini. Dimana modus ini dijalankan untuk keperluan penyeberangan dari Pelabuhan ketapang – Gilimanuk, Bali ataupun sebaliknya.

    Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan modusnya, yaitu para tersangka saling kerjasama untuk menawarkan jika ada pelaksanan rapid antigen dengan hasil negatif tanpa harus melakukan tes.

    “Polisi menangkap pelaku dan berhasil menyita barang bukti diantaranya laptop, printer, kertas cetak antigen palsu, juga sudah merugikan salah satu nama klinik di Banyuwangi,” ungkap AKBP Nasrun Pasaribu dalam press conference di Mapolresta Banyuwangi. Kamis (02/09/2021).

    Baca juga :  Peringati Hari Guru, TRC PPA Bersama FRB Bagikan Tas Sekolah

    Sementara pelaku ada tiga orang, ditangkap di tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Dua pelaku diduga sebagai tokoh utama, satu pelaku lainnya hanya turut serta atau perantara,” ujar Nasrun.

    Lanjut kata AKBP. Nasrun, bahwa bisnis ini sudah berjalan tiga bulan lamanya. Sementara pengakuan pelaku, baru membuat dokumen palsu tersebut sebanyak 48 kali. Untuk biaya pembuatan rapid test antigen sebesar Rp. 100 ribu. Dimana pembagian itu dibagi 60 persen dan 40 persen kepada masing – masing pelaku,” imbuhnya.

    Saat ini ketiganya ditahan di Mapolresta Banyuwangi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Dan pelaku terancam Pasal 263 ayat (1) tentang Dugaan Pemalsuan Dokumen, dengan ancaman 6 tahun penjara.

    Baca juga :  Acara Musdesus, Kades Tambong : KPM Dan BLT DD Harus Tepat Sasaran

    AKBP. Nasrun juga menambahkan, pihaknya kini tengah melakukan pengembangan penyelidikan guna menangkap satu orang pelaku lainnya yang masih dalam pencarian / daftar pencarian orang (DPO),” pungkasnya. (Yin).

    Reporter : Nur Muzayyin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan