Kamis, 2 Desember 2021
25 C
Surabaya
More
    OpiniTajukBenarkah Covid Berpeluang Jadi Endemi
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Benarkah Covid Berpeluang Jadi Endemi

     

    Hidup Normal Baru Wajib Prokes Ketat Bermasker

     

    Perkembangan mutasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dengan begitu cepat dan berubah-ubah, membuat kehidupan normal baru dengan kewajiban melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) ketat, terutama bermasker.

    Kepastian menjalankan Prokes dengan bermasker ketat sebagai syarat menambah kekuatan imun, karena herd immunity (kekebalan kelompok) sulit terbentuk dengan perubahan atau mutasi virus Corona.

    Apalagi ada sinyalemen bahwa kemungkinan besar Covid akan menjadi endemi. Jika benar hal itu terjadi maka Pemerintah wajib segera mengumumkan senagai informasi yang wajib diumumkan secara serta merta karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

    Kamis (26/8/2021), Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak masyarakat Indonesia untuk terbiasa hidup dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini menyusul adanya analisis para ahli bahwa kekebalan komunal (herd immunity) dari virus Covid-19 akan sulit tercapai akibat mutasi virus Corona.

    Diketahui, sejumlah
    guru besar epidemiologi menyebut herd immunity tak akan terjadi, sekalipun vaksinasi terus dikejar sesuai target. Hal tersebut lantaran terus terjadinya mutasi-mutasi virus Corona yang menyebabkan tingkat kemanjuran vaksin (efikasi) tidak optimal.

    Bahkan, varian delta disebut menurunkan efikasi vaksin Pfizer dan Moderna yang nilainya cukup besar, yakni dari angka 90-an persen menjadi sekitar 60-70 persen.

    Padahal, menurut Puan, herd immunity dipengaruhi oleh efikasi vaksin dan jumlah penduduk yang telah divaksin secara lengkap.

    Sementara,
    mutasi-mutasi virus Covid terus terjadi, termasuk yang baru saja teridentifikasi munculnya varian baru Corona, yakni varian lambda.

    Meski begitu, bukan berarti vaksinasi Covid-19 tidak efektif untuk dilakukan. Hanya saja, meminta masyarakat menyiapkan diri apabila Covid-19 berubah statusnya dari pandemi menjadi endemi.

    Menurut Puan vaksin sebagai bentuk perlindungan komunal (herd protection), mulai dari keluarga sampai komunitas, termasuk di dalamnya orang-orang yang memiliki komorbid dan tidak bisa mendapat vaksin.

    Oleh karena itu,
    Puan mengingatkan, karena virus Covid-19 masih sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Maka dengan mendapatkan vaksin, harapannya tubuh memiliki antibodi untuk melawan virus ini sehingga semakin sedikit orang yang terpapar Covid-19.

    Puan mengajak rakyat Indonesia agar selalu optmistis dan tak perlu takut walau Covid-19 akan terus ada di tengah-tengah kehidupan manusia. Tetapi diminta jangan kendorkan Prokes. Selalu gunakan masker saat berada di luar rumah. Sering-seringlah mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, dan jaga jarak untuk menghindari terjadinya penularan virus.

    Pemerintah bersama Satgas Covid-19 dan seluruh kekuatan, wajib segera mengumumkan secara terbuka kepada masyarakat atau rakyat dalam menghadapi kemungkinan perubahan pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhir?

    Apalagi jika benar kemungkinan Covid menjadi endemi (keadaan tetap) seperti sejumlah virus yang sudah ada selama ini. Sehingga pola hidup normal baru dengan Prokes ketat bermasker atau pilihan lainnya wajib segera diumumkan, supaya tetap mampu menjaga semangat dalam kehidupan normal baru. Karena semangat menghadapi tekanan apa saja merupakan obat mujarab.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan