Selasa, 26 Oktober 2021
29 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiMessi Pun Berlinang Air Mata Tinggalkan Rumah Barcelona
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Messi Pun Berlinang Air Mata Tinggalkan Rumah Barcelona

     

    Pemain dengan segudang prestasi dunia dan terakhir mempersembahkan tropi juara bagi Argentina pada Copa America 2021, tidak kuasa menahan ikatan emosional, tidak mampu menahan kepedihan ketika meninggal “rumah Barcelona”.

    Messi pun berlinang air mata saat menyatakan harus meninggalkan rumah Barcelona setelah 21 tahun bersama-sama dalam menembus prestasi dunia. Setelah mengukir prestasi spektakuler.

    Minggu (8/8/2021)
    saat menyatakan mengakhiri 21 tahun kariernya di Camp Nou. “Ini sangat sulit, saya tidak siap untuk ini. Tahun lalu saya diyakinkan untuk pergi, tetapi tahun ini kami, keluarga saya dan saya ingin melanjutkan di sini, di rumah kami,” katanya seperti dikutip Reuters dan disiarkan rri.co.id.

    “Hari ini saya harus mengucapkan selamat tinggal, saya tiba di sini di usia sangat muda yaitu 13 tahun, dan setelah 21 tahun saya pergi bersama istri dan tiga anak saya,” tambahnya.

    Messi pun dengan terisak mengucapkan terima kasih untuk semuanya, semua rekan satu tim saya, semua orang yang telah berada selama ini di tim. “Saya tidak ragu setelah pergi selama beberapa tahun, kami akan kembali karena saya berjanji kepada anak-anak saya,” lanjut pemain berusia 34 tahun tersebut.

    Perjalanan Karier Leo “Ajaib” Messi

    Lionel Andres Messi juga dikenal sebagai Leo “Ajaib” Messi, lahir 24 Juni 1987 adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Argentina yang bermain sebagai penyerang dan kapten tim nasional Argentina.

    Messi saat ini berstatus bebas transfer, setelah sebelumnya bermain untuk klub La Liga FC Barcelona. Sering dianggap sebagai pemain terbaik di dunia dan sering dianggap sebagai pemain terhebat sepanjang masa.

    Messi telah memenangkan enam penghargaan Ballon d’Or, enam Sepatu Emas Eropa, dan pada tahun 2020 dinobatkan sebagai Ballon d’Or Dream Team. Ia menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Barcelona, dengan memenangkan 34 piala, termasuk sepuluh gelar La Liga, tujuh gelar Copa del Rey dan empat Liga Champions UEFA. Seorang pencetak gol yang produktif dan playmaker kreatif, Messi memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di La Liga (474 gol), gol terbanyak di La Liga dan Eropa dalam satu musim (50 gol), trigol terbanyak di La Liga (36) dan Liga Champions UEFA (8), serta umpan gol terbanyak di La Liga (192), umpan gol terbanyak La Liga dan Eropa selama satu musim (21) dan umpan gol terbanyak di Copa Amerika (17). Bahkan tercatat telah mencetak lebih dari 750 gol selama karier seniornya untuk klub dan negara, dan gol terbanyak yang pernah dibuat oleh seorang pemain yang bermain hanya untuk satu klub.

    Baca juga :  Tabrani = Tahu-Tahu Berani

    Lahir dan dibesarkan di Argentina, Messi pindah ke Spanyol untuk bergabung dengan Barcelona pada usia 13 tahun, dimana melakukan debut kompetitifnya pada usia 17 tahun pada Oktober 2004. Pada musim 2008–2009, membantu Barcelona meraih gelar treble pertama. Pada saat itu, ketika berusia 22 tahun.

    Messi memenangkan Ballon d’Or pertamanya. Tiga musim berikutnya menjalani dengan kesuksesan, Messi memenangkan empat Ballon d’Or berturut-turut, membuatnya menjadi pemain pertama yang memenangkan penghargaan tersebut empat kali berturut-turut.

    Selama musim 2011–2012, Messi membuat rekor La Liga dan Eropa untuk gol terbanyak yang dicetak dalam satu musim, sekaligus menetapkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Barcelona.

    Pada musim 2014–2015, Messi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di La Liga dan memimpin Barcelona merengkuh treble kedua, setelah itu dianugerahi Ballon d’Or kelima pada 2015. Messi menjadi kapten Barcelona pada 2018, dan pada 2019 memenangkan Ballon d’Or keenam.

    Baca juga :  Tabrani = Tahu-Tahu Berani

    Sebagai pemain tim nasional Argentina, Messi menjadi pemain dengan penampilan dan gol terbanyak sepanjang masa bagi timnas Argentina. Di tingkat remaja, Messi memenangkan Kejuaraan Dunia Remaja FIFA 2005, menyelesaikan turnamen dengan meraih penghargaan Bola Emas dan Sepatu Emas, dan mendapatkan medali emas Olimpiade pada Olimpiade Musim Panas 2008. Setelah melakukan debut di timnas senior pada Agustus 2005.

    Messi menjadi pemain Argentina termuda yang bermain dan mencetak gol di Piala Dunia FIFA tepatnya pada tahun 2006, dan mencapai final Copa América 2007, dimana sukses dinobatkan sebagai pemain muda terbaik pada turnamen tersebut. Sebagai kapten tim sejak Agustus 2011, memimpin Argentina ke tiga final berturut-turut, yakni Final Piala Dunia FIFA 2014, dimana ia memenangkan Bola Emas, serta Final Copa America 2015 dan 2016. Setelah mengumumkan pensiun dari timnas pada tahun 2016, kemudian membatalkan keputusannya tersebut dan memimpin negaranya pada ajang Piala Dunia FIFA 2018, finis ketiga di Copa America 2019, dan menjuarai Copa America 2021.

    Pemain Sepak Bola Pertama Olahragawan Terbaik Dunia

    Menurut France Football, Messi adalah pemain sepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia selama lima tahun antara 2009 dan 2014, dan atlet dengan bayaran tertinggi di dunia menurut Forbes pada 2019. Messi termasuk di antara 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time pada 2011 dan 2012. Pada Februari 2020, Messi dianugerahi Penghargaan Olahraga Sedunia Laureus untuk Olahragawan Terbaik, sehingga menjadi pemain sepak bola pertama dan atlet olahraga beregu pertama yang memenangkan penghargaan tersebut.

    Baca juga :  Tabrani = Tahu-Tahu Berani

    Saat konferensi pers Messi dengan sedih menyatakan, “Saya memberikan segalanya untuk klub ini dari hari pertama saya tiba hingga hari terakhir. Saya tidak pernah membayangkan harus mengucapkan selamat tinggal karena saya tidak memikirkannya. Yang jelas saya sudah melakukan segala, dan mereka (Barca) tidak bisa melakukannya karena La Liga,” ujarnya.

    Berlabuh di PSG 

    Paris Saint-Germain kemungkinan besar akan menjadi tujuan selanjutnya Lionel Messi setelah klub Prancis tersebut sedang gencar melakukan pembicaraan dengan agen sekaligus ayah Messi, Jorge.

    “Banyak rumor tentang saya, tetapi atas nama saya, kami melakukan semua yang saya bisa karena saya ingin bertahan. Tahun lalu saya tidak ingin bertahan dan saya mengatakannya. Tahun ini saya melakukannya dan saya tidak bisa,” ungkapnya.

    “Saya mencintai klub ini. Tanpa melihat para penggemar selama lebih dari satu setengah tahun sangat sulit. Bila saya membayangkan itu (pidato perpisahan), saya akan membayangkan Camp Nou penuh (suporter) dan bisa mengucapkan selamat tinggal dengan benar,” pungkasnya.

    Pemain hebat bermartabat dengan segudang derajat sebagai pemain dengan berjuta-juta memberikan aura nikmat di lapangan hijau, harus mengakhiri Istiqomah (konsisten) di satu klub Barcelona, karena peraturan La Liga.

    Messi tentu saja masih mampu memberikan torehan sejarah setelah berlabuh di PSG atau klub lain. Tertu semua menunggu prestasi pemain Leo “ajaib” Messi mengocek si kulit bundar di lapangan hijau dalam menyelesaikan karier sebagai pemain.

    Tentu dunia juga menunggu ketika Messi bersama keluarga mempersembahkan prestasi sebagai manajer pelatih. Apalagi jika mengulang sukses bersama Barcelona.

    Air mata Messi hari ini, ialah air mata mengantar sukses di klub baru, juga air mata untuk segera kembali mengabdi pada Camp Nou. (JT/berbagai sumber)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan