Minggu, 19 September 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaTerima Bantuan Oksigen dan Peti Jenazah, Eri Klaim Angka Kematian Menurun

    Terima Bantuan Oksigen dan Peti Jenazah, Eri Klaim Angka Kematian Menurun

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dukungan dan semangat gotong-royong dari berbagai pihak untuk membantu menangani pandemi Covid-19 di Kota Surabaya semakin kuat. Pemkot Surabaya kembali menerima bantuan.

    Kali ini bantuannya berupa 50 peti jenazah dan tiga ribu tabung oksigen berukuran 6 meter kubik. Bantuan dari Yayasan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Timur ini diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Senin (26/7/2021).

    Eri Cahyadi mengatakan, bantuan tersebut dapat membantu dan  meringankan beban Pemkot Surabaya. Rencananya, bantuan peti jenazah itu akan diserahkan di TPU Keputih. Sewaktu-waktu diperlukan bisa langsung digunakan bagi warga Surabaya yang dimakamkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 (C19).

    “Ini sangat membantu kami. Karena ketika ada yang meninggal baik itu suspect maupun probable juga dimakamkan secara prokes,” urainya.

    Baca juga :  Bantuan Beasiswa Pelajar MBR di Surabaya Meningkat 300 Persen

    Eri menjelaskan, selama PPKM level 4, terdapat penurunan angka kematian yang dimakamkan secara prokes. Berdasarkan data di Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRT) selama empat hari terakhir, tepatnya tanggal 22 -25 Juli 2021, jumlah pemakaman secara prokes yakni 449 jenazah.

    “Rinciannya, tanggal 22 Juli jumlah kasus yakni 149 orang, kemudian turun pada tanggal 23 Juli 105 orang. Lalu keesokan harinya angka kasus semakin menurun menjadi 97 kasus. Dan per kemarin,  angka kasus sekitar 98 jenazah yang dimakamkan secara prokes. Jadi memang ada penurunan angka kematian yang dimakamkan secara prokes.” ungkapnya.

    Makanya, ia bersama jajaran pemkot terus melakukan berbagai upaya preventif untuk memutus mata rantai penyebaran C19. Termasuk percepatan vaksinasi di berbagai kalangan agar tercipta herd immunity.

    Baca juga :  Seleksi Direksi PDAM Diperpanjang, Eri Pastikan Tidak Ada KKN

    Tak hanya itu, Eri juga menegaskan, apabila ada warga yang terpapar maka diminta untuk mau melakukan isolasi mandiri di Rumah Sehat yang sudah disiapkan di tingkat kelurahan. Menurutnya, itu menjadi penting dilakukan, agar tidak ada penularan kepada anggota keluarga lain maupun tetangga sekitar.

    “Seperti di perkampungan kalau ada yang sakit, ya harus di tempat beda. Biar keluarga tidak tertular . Itu yg harus diberi pengertian,” papar dia.

    Sementara itu, Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Timur, Arif Afandi mengapresiasi penuh upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya.

    Menurut Arif Afandi, selama ini Pemkot Surabaya sudah mengeluarkan berbagai inovasi penanganan C19.

    “Kami apresiasi penuh pemkot mempunyai banyak inovasi penanganan Covid-19. Terutama setelah PPKM Darurat. Dari situ lah kami (para anggota Kagama) tergerak untuk membantu penanganan Covid-19,” kata Arif.

    Baca juga :  Surabaya Gandeng Kota Kitakyushu Gelar Workshop Inovasi Pengelolaan Sampah

    Setelah ditelusuri apa saja yang dibutuhkan pemkot, Ia memastikan, ternyata pemkot membutuhkan peti mati dan oksigen. Itulah kemudian membuat Arif bersama anggota Kagama Jawa Timur langsung bergerak membantu.

    Awalnya, dia memberikan 50 pcs peti mati dan tiga ribu tabung oksigen masing-masing enam kubik.

    “Tetapi kami siap membantu lagi apabila diperlukan. Untuk oksigennya itu, kita produksi 40 ton liquid oksigen. Dapat dukungan dari PT Samator dan Petrokimia Gresik.” urai dia.

    Arif yang juga mantan Wakil Wali Kota Surabaya tahun 2005-2010 berharap, dengan bantuan yang diberikan itu, dapat membawa manfaat bagi warga Kota Pahlawan yang membutuhkan.

    Dirinya juga memastikan bakal membantu Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadapi C19.

    “Mudah-mudahan bantuan kedua nanti, Surabaya makin banyak jatahnya. Atau bahkan semoga Surabaya tidak lagi membutuhkan oksigen karena semua warganya sehat,” tandasnya. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan