Sabtu, 31 Juli 2021
34 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBlitarRatusan Petani Jagung Di Blitar Gagal Panen

    Ratusan Petani Jagung Di Blitar Gagal Panen

    BLITAR (WartaTransparansi.com) –  Ratusan bahkan ribuan petani di Kabupaten Blitar, khususnya memasuki masa tanam jagung pada kali ini mengalami kerugian yang cukup signifikan.

    Hal ini lantaran cuaca yang tidak menentu saat memasuki bulan Juni, hujan disertai hembusan angin yang sangat besar setidaknya merusak ratusan hektar sawah milik warga. Tak hayal para petani mengalami gagal panen dan menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah

    Dari pantuan Warta Transparansi.co di Kecamatan Kanigoro, Kab.Blitar. Setidaknya ada 20hektaran area persawahan jagung milik warga yang rusak akibat hujan dan terjangan angin.

    Seperti yang dirasakan oleh Sukani (63).salah satu petani asal Kelurahan Satriyan, Kecamatan Kanigoro. Tanaman jagung yang ada di sawahnya seluas 1/4 hektar, rusak.

    di wilayah Satriyan ini hampir seluruh jagung rusak akibat terjangan angin kencang dan hujan dalam beberapa hari belakangan. Bahkan ada tanaman jagung satu sawah rusak total, seluruh tanaman jagung miliknya ambruk semua,” ucap Pak Kani, Rabu (23/6/2021)

    Saat ditanya apakah sudah ada survey dan bantuan dari pihak Dinas Pertanian Kab.Blitar dan berapa kerugian yang dideritanya. Diterangkan olehnya (Sukani).

    “Dari sepengetahuannya, hingga saat ini belum ada pihak Dinas Pertanian yang turun ke lokasi. Namun tidak tahu lagi jika petugas telah mendata melalui ketua kelompok tani. Sementara itu untuk bantuan untuk para petani yang jagungnya rusak, hingga saat ini masih belum ada. Secara otomatis akibat rusaknya jagung ini, rata-rata petani mengalami kerugian senilai Rp.2juta hingga 5juta atau melihat luas sawahnya serta kerusakan yang dialaminya,”tukasnya.

    Lebih lanjut diterangkan olehnya, kerugian yang timbul tersebut lantaran usia jagung yang ambruk antara 2bulan hingga 2,5bulan (jagung muda). Dimana biaya tanam dan pupuk yang telah dikeluarkan tidak bisa kembali, lantaran jagung gagal panen. Seperti biaya tanam untuk sawah 1/4hektar miliknya.

    Untuk pupuk telah menghabiskan 1,5kwintal (3sak 50kg pupuk ZA dan Ponzka).Pupuk ZA seharga Rp.110/sak dan Ponzka Rp.120/sak, sementara biaya tanam Rp.800ribu dan pembelian obat semprot (pestisida) Amistar dan Starban Rp.400ribu.Jika ditotal biaya yang telah keluarkan mulai tanam hingga jagung berumur 2,5bulan miliknya sebesar Rp.2jutaan.

    Dengan adanya kondisional ini, para petani berharap ada bantuan dari pihak terkait (Dinas Pertanian),”terang Pak Kani panggilan kesehariannya.

    Pun demikian juga yang dirasakan oleh sejumlah petani jagung yang ada di beberapa kecamatan diantaranya Garum,Lodoyo, Wlingi,Talun dan Gandusari.

    Saat hal ini coba dikonfirmasikan pada Kepala Dinas Pertanian Kab.Blitar Wawan Widianto melalui sambungan telepon selularnya,Rabu petang (23/6/2021) hingga berita ini diturunkan belum ada hasil konfirmasi.(*)

    Reporter : Nanang Machaludin
    Penulis :
    Editor : Henry Sulfianto
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan