Selasa, 22 Juni 2021
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPMI Jatim Rakor Kesiapsiagaan Wilayah Rentan Bencana Gempa & Tsunami

    PMI Jatim Rakor Kesiapsiagaan Wilayah Rentan Bencana Gempa & Tsunami

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – PMI Jawa Timur menggelar Rakor (Rapat Koordinasi) dengan PMI Kabupaten/Kota terutama wilayah pesisir dan rawan bencana gempa. Rakor dilakukan secara virtual Kamis (10/6/2021).

    Rakor melibatkan PMI Kab. Banyuwangi, Jember, Lumajang, Kabupaten Malang, Tulungagung, Trenggalek, Kab. Blitar dan Pacitan. Dipimpin Wakil Ketua Soebagyo SW, didampingi Sekretaris Edi Purwinarto, Kepala bidang Penanggulangan Bencana Edyy Indrayana, Kepala Markas Dwi Suyanto dan Bendahara Soejarno.

    Sekretaris PMI Jawa Timur Edi Purwinarto meminta agar PMI Kabupaten/Kota terutama yang berada di wilayah rentan bencana mulai memikirkan perbaikan sarana dan prasarana maupun jalur evakuasi untuk kelancaran evakuasi korban bencana alam yang sewaktu waktu muncul di daerah tersebut.

    Baca juga :  Vaksinasi di Surabaya Tembus 1,2 Juta Jiwa

    Rakor dalam rangka mitigasi bencana alam Gempa dan Tsunami, dan pelaporan misalnya update data relawan, Inventarisasi sarpras yang dimiliki, upaya mengaktifkan posko PMI kabupaten, pengecekan keberadaan dan fungsi EWS (Early Warning System/peringatan dini terhadap bencana), tinjau ulang jalur evakuasi dan upaya meningkatkan koordinasi dengan lembaga/institusi terkait di wilayah masing masing.

    Dari laporan daerah tadi, menurut Edy Purwinarto memang perlu ada yang harus di ada perbaikan misalnya soal jalur evakuasi dan prasarana lainya yang harus disesuaikan dengan SOPnya, lalu keberadaan dapur umum dianggap perlu ada tambahan tambahan.

    Pada daerah tertu jalur evakuasi hanya bisa dilalui dengan kendaraan sepeda motor saja. Pada kondisi ini PMI memang tidak bisa bekerja sendirian. Tapi penyiapan roda dua perlu untuk disiapkan atau yang sudah ada perlu ditambah.

    Baca juga :  Surabaya Tetapkan 28 Lokasi Faskes Pendukung Vaksinasi Gotong Royong

    Juga keberadaan EWS Perlu untuk ditambah dan di tempatkan pada titik tertentu agar menjangakau seluruh masyarakat terutama titik titik terjadinya rawan gempa.

    Pihaknya menilai bahwa upaya PMI Pacitan dengan mengefektifkan penggunaan sirene pada setiap tanggal 26 sudah bagus. Namun juga perlu dipikirkan agar ini tidak menjadi sesuatu yang rutine dan biasa, sehingga pada saat terjadi bencana yang sesungguhnya masyarakat kurang sensitif. Juga dibentuknya SIBAT
    (Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat)

    Sementara itu Wakil Ketua PMI Jawa Timur Soebagyo SW menambahkan bahwa sosialisasi peringatan dini bencana perlu lebih ditingkatkan, juga koordinasi dengan lembaga lain/institusi. Ini karena penanganan bencana tidak hanya PMI saja melainkan ada BPBD daerah. Sosialisasi bisa melalui saluran media sosial (medsos) seperti WhatsApp group

    Baca juga :  Komitmen Surabaya Bantu Posko Penyekatan Pemkab Bangkalan

    Namun begitu Soebagyo SW meminta agar para peserta Rakor juga mengirimkan laporan secara tertulis. PMI Jawa Timur setelah Rakor ini akan segera menindaklanjuti dan merumuskan, untuk dibahas dalam rapat pengurus. (*)

    Reporter : Amin Istighfarin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan