Sabtu, 15 Mei 2021
29 C
Surabaya
More
    TajukCegah Virus Varian Baru Covid-19, Jatim Isolasi PMI

    Cegah Virus Varian Baru Covid-19, Jatim Isolasi PMI

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    Cegah Virus Baru Covid-19 Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melakukan pengetatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan mengisolasi saat masuk ke wilayah Jatim.

    Istilah TKI sempat diganti menjadi “ekspatriat” oleh Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, pemerintah Indonesia secara resmi menggunakan istilah atau sebutan tunggal untuk orang yang bekerja di luar negeri yakni Pekerja Migran Indonesia (PMI).

    Diketahui, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Selasa (4/5/2021)
    mengungkapkan, sebanyak 13 kasus Covid-19 varian B117 menjadi pemicu lonjakan kasus pada lebih 100 negara di dunia.
    Varian baru itu pun, sudah masuk ke Indonesia. Dua kasus B117 di antaranya berasal dari pekerja migran Indonesia yang pulang dari Arab Saudi.

    Sedangkan, WNA India yang terdeteksi positif Covid-19 varian B1617 merupakan satu dari ratusan orang yang melakukan eksodus ke Indonesia pada April lalu.

    Sebelumnya, ada 10 kasus Covid-19 dari varian B117 yang tersebar di Karawang 2 kasus, Balikpapan 1 kasus, Kalimantan Selatan 1 kasus, Sumatera Selatan 1 Kasus, Kota Medan 1 kasus. Kemudian 2 kasus di Karawang dari penularan sebelumnya, 1 kasus di Tanjung Balai, dan 1 kasus di Karawang lagi dari penularan sebelumnya.

    Baca juga :  PPKM Mikro Diperpanjang, Covid-19 Mengancam, Warga Wajib Sadar

    Dari Whole Genome Sequencing (WGS) ditemukan lagi positif Covid-19 dari varian B117 sebanyak 3 kasus.
    Masih ada tambahan varian B117 yaitu yang pertama adalah WNI dari Arab Saudi dan kemudian kita mendapatkan tambahan B117 ini WNI juga, kedua-duanya.

    Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin telah mengumumkan ditemukannya Mutasi virus varian baru dari India, Inggris dan Afrikas Selatan (Afsel) yang telah masuk ke Indonesia.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (4/5/2021) saat agenda di Jakarta, menyampaikan bahwa pihaknya bersama berbagai pihak tengah memperketat pintu masuk Internasional di Jatim. Pengetatan ini dilakukan bekerjasama dengan pihak TNI/Polri, KKP, serta Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi dan Dinas Kesehatan Jawa Timur.

    Salah satunya yakni dengan memastikan semua PMI aman dan dilakukan testing maupun isolasi untuk mencegah masuknya varian India, Inggris dan Afsel.

    Bahkan, Pemprov Jatim saat ini sangat concern dengan adanya mutasi virus varian baru dari India, Inggris dan Afsel dan berusaha semaksimal dengan melakukan isolasi bagi PMI yang baru masuk wilayah Jatim.

    Baca juga :  Silaturrahmi Virtual

    Gubernur Khofifah menjelaskan, sampai hari ini, terdapat 3.636 pekerja migran yang telah di isolasi di Asrama Haji sejak 28 April 2021. Kesemuanya telah dilakukan PCR dan ditemukan 33 orang yang positif COVID-19.

    Bagi yang positif COVID-19 segera kami isolasi di RS Darurat Lapangan Indrapura dan RS Rujukan COVID-19. Sedangkan bagi pasien yang negatif akan dilakukan penjemputan oleh kabupaten dan kota masing.

    Terkait deteksi mutasi, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim juga telah bekerjasama dengan Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga untuk melakukan sequence genetik atau whole genome sequencing sebagai upaya genomic surveilance atau deteksi dini adanya mutasi varian India, Inggris dan Afsel.

    Berdasarkan laporan dari ITD Unair, telah ada 109 sampel dari Jawa Timur yang telah dilakukan sekuensing, dimana 86 sampel telah diunggah kedalam database genome COVID-19 Internasional GISAID. Dan sampai hari ini belum ditemukan mutasi varian India, Inggris dan Afsel di Jatim.

    Baca juga :  Allahu Akbar! (Lagi) Menjaga Kesucian Idul Fitri Masa Pandemi

    terang orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

    Meskipun demikian, Khofifah mengatakan bahwa pencegahan penyebaran mutasi ini juga membutuhkan kolaborasi dari berbagai fihak. Ini penting, sebab meskipun virus COVID-19 telah bermutasi, namun pencegahannya tetap sama yaitu dengan patuhi protokol kesehatan

    Mengantisipasi masuknya varian virus baru ini juga diiringi dengan vaksinasi masif yang terus dilakukan Pemprov Jatim. Berdasar data Dinkes Jatim, untuk vaksinasi dosis pertama tercatat sebanyak 2.003.205 orang dan vaksinasi dosis kedua tercatat sebanyak 1.106.830 orang. Jumlah ini adalah yang tertinggi di Indonesia berdasarkan data Kemenkes RI per 3 Mei 2021.

    Diketahui, terdapat ruang isolasi terpusat yakni Asrama Haji Surabaya bagi semua Pekerja Migran Indonesia dan 20 hotel di Surabaya untuk semua kedatangan dari luar negeri lainnya.

    Penanganan secara profesional dengan pengetatan PMI masuk wilayah Jatim, dan memaksimalkan vaksinasi sesuai protokol kesehatan menunjukkan bahwa Pemprov Jatim sangat sungguh-sungguh menjaga kesehatan dan keselamatan warganya. Juga mencegah hal-hal kurang menguntungkan.

    Inilah bukti kesungguhan Pemprov Jatim mencegah dan memutus mata rantai berbagai varian Covid-19 dengan disiplin Prokes, vaksinasi dan isolasi bagi PMI yang baru datang ke wilayah Jatim.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan