Rabu, 23 Juni 2021
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriKetua Golkar Jatim M Sarmuji : Jangan Solid Dibarisannya Saja

    Ketua Golkar Jatim M Sarmuji : Jangan Solid Dibarisannya Saja

    Ketua Kabupaten/kota tidak patuh patron provinsi bisa diberhentikan ditengah jalan

    KEDIRI (WartaTranspransi.com) – Ketua Golkar Jawa Timur M. Sarmuji mengingatkan yang dibutuhkan Golkar saat ini adalah konsulidasi organisasi agar partai bisa berkembang lebih baik dan menjangkau keseluruh akar sosial, kedepan capaian pemilih bertambah dan kursi di Legislaif meningkat.

    M Sarmuji menyatakan ini dalam Musdalub kota Kediri, Minggu (2/5/2021). Ia mengaku sering kali mendapati, ketua DPD kabupaten/kota mengartikan solit itu untuk barisannya (kelompok) sendiri, kemudian menaruh orang orangnya atau kelompoknya  di pengurus.

    Padahal solid yang kita harapkan adalah partai ini harus berkembang lebih baik lagi.

    Jangan sampai terjadi ketua terpilih susunan kepengurusannya diisi oleh anak buah ketua terpilih. Semata mata hanya ingin mengamankan dirinya, lalu dalam perjalanan tidak terjadi Musdalub. “Pengurus Golkar harus mewakili semua komponen masyarakat,” ungkap Sarmuji.

    Ia mendapati bahwa banyak ketua DPD Golkar sebelumnya melakukan pola itu. Kalau ini terus dilakukan maka partai ini tidak makin berkembang melainkan makin menciut dan susut.

    Dalam Musdalub yang langsung di pantau Ketua DPD Golkar Jawa Timur M. Sarmuji dan Sekretaris Sahat Tua Simanjuntak, terpilih Sudjono Teguh Wijaya secara aklamasi. Sedangkan ketua sebelumnya Juwita berhalangan tetap.

    Sementara itu Sekretaris DPD Sahat Tua Simanjuntak dalam kesempatan memberikan arahan penutupan meminta agar pengurus nanti tunduk dan patuh kepada ketua terpilih yakni Pak Sudjono, juga pimpinan kecamatan memberikan dukungan penuh kepada ketua. “Saya tidak ingin ada matahari kembar di Golkar kabupaten Kediri.

    Sedangkan yang bisa mengevaluasi kepemimpinan Golkar kota Kediri adalah satu tingkat diatasnya yaitu Golkar Provinsi. Sahat percaya bahwa Pak Sudjono akan mampu membawa partai lebih baik dengan perolehan 6 kursi di Pemilu akan datang. Dengan begitu maka Golkar setidaknya sudah bisa mendapat kursi wakil ketua dan bisa mengusung calon kepala daerah.

    Saratnya harus patuh dengan patron provinsi. Kalau tidak tunduh, maka Golkar Provinsi akan mengevaluasi dan memberhentikan ditengah jalan. kata Sahat setengah mengancam.

    Sementara itu Sudjono Teguh Wijaya mengatakan, usai Musda ini akan segera menyusun kepengurusan dalam tempo 30 hari kedepan, pengurus lengkap sudah terbentuk dan disahkan. (bud/min)

    Reporter : Budi Arya
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan