Selasa, 22 Juni 2021
25 C
Surabaya
More
    TajukMembangun Pusat Data Nasional Standar Dunia Aman dari Korupsi

    Membangun Pusat Data Nasional Standar Dunia Aman dari Korupsi

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

     

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Rencana pemerintah membangun pusat data nasional (PDN) dengan standar dunia, lebih sempurna jika membangun dengan kemungkinan kecil atau aman dari rongrongan koruptor.

    Secara tidak langsung rencana membangun PDN diperkuat dengan data informasi publik beserta dokumen standar dunia dengan indikator sulit bagi pejabat, aparat dan para teknokrat menjarah uang negara atau korupsi.

    Sehingga ke depan rencana membangun PDN bukan sekedar kehebatan kekuatan jaringan informasi dari standar teknologi saja. Namun standar konten aman dari kenakalan koruptor jauh lebih penting.

    Paling tidak pembangunan secara menyeluruh dan berkesinambungan dapat terjaga dengan serta bermanfaat bagi masyarakat. Bukan memperkaya pejabat dan koruptor.

    Begitu penting membuat PDN berbasis informasi dan dokumentasi publik, mengingat budaya korupsi di tanah air masih begitu kuat bahkan sudah mengakar.

    Diketatahui, Sabtu (24/4/2021), keterangan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menjelaskan bahwa pemerintah akan membangun government cloud dengan standar yang paling tinggi yang saat ini digunakan di dunia.

    Standar kapasitas tinggi itu disebut tier for global standart atau standar global tier 4.
    Dengan demikian, harus memenuhi beberapa standar teknis dari power suply, akses cloud atau ruang server, security, safety dan tentu untuk Indonesia pertimbangan geostrategis.

    Kesiapan talenta digital berkaitan dengan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN), komitmen pemerintah menghadirkan talenta digital Indonesia adalah dengan menggelar aktif pelatihan-pelatihan berbasis digital. Dengan target menghasilkan sekitar 600 ribu digital talent atau keahlian SDM digital setiap tahun.

    Kominfo akan membangun tiga level pelatihan digital, yaitu basic skill lewat Gerakan Nasional Literasi Digital, intermediate skill melalui Digital Talent Scholarship dan Advance Skill melalui Digital Leadership Academy.

    Kominfo mengharapkan
    setiap tahun 12 sampai 25 juta ahli dengan talenta digital, sehingga pada tahun 2024 diperkirakan menghasilkan 50-100 juta digital talent melalui gerakan nasional literasi digital.

    Pusat Dana Nasional berbasia digital dengan beberapa aplikasi jika hanya kecanggihan teknologi saja akan sia-sia. Tetapi jika gerakan PDN berbasis digital dengan konten berbasis informasi dan dokumentasi publik standar dunia, maka itulah harapan dan kebanggaan sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa.

    Mari melakukan perubahan besar dengan modernisasi dan kecanggihan teknologi digital. Mampu menyelamatkan uang rakyat dari koruptor, dan semua bermanfaat bagi rakyat dalam berbangsa dan bernegara yang berkeadilan.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan