Senin, 21 Juni 2021
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPelayanan Kesehatan Warga Surabaya Tetap Berjenjang

    Pelayanan Kesehatan Warga Surabaya Tetap Berjenjang

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pelayanan kesehatan di Kota Surabaya, dipastikan tetap berjenjang. Dinas Kesehatan sudah menyosialisasikan  penerapan Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Universal kepada seluruh Lurah, puskesmas, 42 rumah sakit serta 8 klinik yang tergabung dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.

    Menurut Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachamanita, sosialisasi memberikan pemahaman kepada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan kelurahan dalam melakukan entry data. Terutama, apabila masyarakat yang membutuhkan pelayanan, namun belum memiliki kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    “Untuk warga yang belum memiliki JKN secara otomatis dapat datang ke kelurahan untuk dimasukkan datanya ke aplikasi di aplikasi Cek Kependudukan Disdukcapil Surabaya dan Edabu Jamkesda BPJS Kesehatan. oleh petugas dengan menunjukkan KTP Surabaya,” kata Febria Rachmanita, Rabu (7/4/2021).

    Baca juga :  Komitmen Surabaya Bantu Posko Penyekatan Pemkab Bangkalan

    Dijelaskan, apabila warga tersebut dalam kondisi sakit dan belum memiliki JKN, maka tidak perlu datang ke kelurahan. Pasien dapat langsung mendatangi puskesmas terdekat  bekerja sama dengan BPJS untuk berobat.

    Di situ, petugas puskesmas akan menginput data pasien melalui aplikasi Cek Kependudukan Disdukcapil Surabaya dan Edabu Jamkesda BPJS Kesehatan cukup dengan membawa KTP Surabaya.

    Hanya saja, untuk rujukan, Febria memastikan mengikuti mekanisme rujukan berjenjang. Artinya, apabila pasien dapat tertangani di puskesmas saja maka tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.

    “Jadi tidak bisa langsung serta merta datang ke rumah sakit ya. Faskes pertama adalah puskesmas/klinik. Nanti, jika memang membutuhkan rujukan pihak puskesmas pasti memberi rujukan kepada rumah sakit yang dianjurkan. Tetapi, jika cukup terselesaikan di puskesmas, tidak perlu datang ke rumah sakit. Semua layanan tetap sesuai peraturan BPJS,” jelasnya.

    Baca juga :  Temui Bupati, Eri Cahyadi Bantu Penanganan Covid-19 Bangkalan

    Feny sapaan akrab Febriamenjelaskan, apabila warga ingin menonaktifkan layanan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau istilah lamanya adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI), karena ingin upgrade ke BPJS kelas satu maupun dua, dapat langsung melaporkan kepada puskesmas atau kelurahan.

    “Karena yang diterima ini adalah BPJS kelas tiga. Biasanya warga ingin upgrade ke kelas yang lebih tinggi. Atau non aktif ini juga diperuntukkan bagi warga yang meninggal dunia wajib melaporkan,” tandasnya.

    Feny juga menjelaskan, ada 8 klinik utama dan 42 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan. (wt)

    Berikut 8 Klinik dan 42 RS:
    Klinik Utama Dasa Medika
    Klinik Mata Java Katarak
    Klinik Mata Dr. Syamsu
    Klinik Mata Tritiya
    Klinik Utama Hemodialisa 3D
    Surabaya Eye Klinik
    Klinik Utama 3D
    Klinik Rawat Inap Usada Buana

    Baca juga :  Surabaya, Bangkalan, dan Pemprov Sepakat Sekat Suramadu dari Dua Arah

    RSUD Dr Soetomo
    RSAL Dr Ramelan
    RSJ Menur
    RSUD Dr Sowandhi
    RSU Haji Surabaya
    RS Islam Jemursari
    RS Universitas Airlangga
    RS Bhayangkara Samsoeri
    RS Mata Undaan
    RS Mata Masyarakat Surabaya
    PHC
    RSUD Bhakti Dharma Husada
    RS William Booth Surabaya
    RS Al Irsyad
    RS Islam A Yani
    RS Royal
    RS Bhakti Rahayu
    RS Paru
    RSAD Brawijaya Surabaya
    RSIA Pura Raharja
    RS Darus Syifa
    RS Siloam Hospital
    RS Adi Husada Kapasari
    RSIA Putri Surabaya
    RSIA Nur Ummi Numbi
    RS Bedah
    RSIA Graha Medika
    RSIA Lombok 22 Lontar
    RS Gotong Royong
    RS PKU Muhammadiyah
    RS Mitra Keluarga Kenjeran
    RS Bunda
    RS Soemitro
    RS Wijaya
    Rumkital Dr Oepomo
    Rumkitalmar Ewa Pangalila
    RS Mudji Rahayu
    Rumkitaban Surabaya
    RS Wiyung Sejahtera
    RS Husada Utama
    RS Surabaya Medical Center

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan