Senin, 12 April 2021
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaManfaatkan Aset, Eri Panen Bandeng di Mangrove Wonorejo

    Manfaatkan Aset, Eri Panen Bandeng di Mangrove Wonorejo

    (WartaTransparansi.com) – Sebanyak 1,25 ton ikan bandeng berhasil dipanen dari hasil budidaya tambak seluas 1 hektar melalui penerapan sistem silvofischer.

    Sistem silvofischery yang diterapkan Kota Surabaya sendiri, yakni dengan menggabungkan antara sektor dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan mangrove.

    Eri mengatakan, seluruh aset Pemkot Surabaya yang selama ini tidak dimanfaatkan atau dijaga, akan difungsikan untuk kepentingan masyarakat. Terlebih di pandemi -19, banyak warga yang mengalami PHK (pemutusan hubungan kerja) dan membutuhkan pekerjaan.

    “Karena itu tanah aset pemerintah kota kita manfaatkan. Kalau itu berupa tambak, kita berikan benih, yang mengerjakan masyarakat dan hasilnya diambil masyarakat,” kata Eri di sela kegiatan panen bandeng di Mangrove Wonorejo Surabaya, Jumat (12/3/2021).

    Hal yang sama bakal diterapkan pemkot apabila tanah aset tersebut berupa lahan pertanian. Pemkot akan mempercayakan kepada warga tanah tersebut agar dapat dikelola untuk lahan pertanian. Tentunya hal ini dilakukan untuk menunjang perekonomian warga sekitar.

    Baca juga :  Bupati Bangkalan & Tim Perumus Akan Antar Berkas Kiai Syaichona ke Mensos

    “Walaupun tanahnya itu bukan tambak, kita manfaatkan untuk padi dan tanaman lainnya. Fainsya Allah intinya satu, seluruh aset pemerintah kota kita gunakan maksimal bagaimana untuk menunjang perekonomian warga,” katanya.

    Saat ini, pihaknya mengaku sedang melakukan pendataan seluruh aset tanah yang dimiliki Pemkot Surabaya. Rencananya dalam dua minggu ke depan selesai pendataan dan tanah aset bisa digunakan.

    “Insya Allah dua minggu ke depan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Eri.

    Tak hanya itu, pria yang pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini juga mengungkapkan, saat ini Dinas Sosial () bekerja sama dengan Camat, Lurah dan RT/RW sedang melakukan pendataan kepada seluruh warga Surabaya. Pendataan ini dilakukan untuk mengetahui berapa pendapatan pada setiap keluarga.

    Baca juga :  Mantab! Eri Naikkan Dana Operasional RT, RW dan LPMK

    Nantinya, kata Eri, bagi warga Surabaya yang pendapatannya masih di bawah UMK (upah minimum kota), pemkot akan memberikan intervensi baik berupa lapangan kerja maupun pemberdayaan ekonomi usaha.

    “Saya juga mohon bantuan kepada lurah dan camat, kami mohon dibantu agar pemerintah kota tahu siapa warganya yang benar-benar membutuhkan, yang benar-benar warganya ini pendapatannya di bawah UMK,” pesannya.

    Sementara itu, pada panen kali ini, pemkot tak hanya berhasil membudidayakan ikan bandeng, tapi juga udang vaname. Melalui sistem silvofischery yang diterapkan, pemkot berharap warga mendapatkan manfaat dari hasil perikanan dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan mangrove.

    “Kita tanam itu 2 rean. Kalau 1 rean sekitar 5.000 (ekor ikan) berarti 2 rean 10 ribu ekor. Kalau tingkat kematiannya sekitar 10 persen, maka tinggal 7.500 ekor atau 1,2 ton. Kalau lahan tambak yang digunakan ini sekitar 800 sampai 1 hektar, merupakan aset pemkot,” kata Kepala Dinas Ketahanan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Yuniarto Herlambang.

    Baca juga :  Warga Surabaya Mulai Manfaatkan Fasilitas JKS 

    Menurut Herlambang, budidaya perikanan tak hanya dilakukan pemkot di lokasi tersebut. Sebab ke depan, aset-aset pemkot lain yang sudah terdata, baik berupa tambak maupun lahan pertanian, bakal dimanfaatkan untuk membantu perekonomian warga.

    “Nanti kita identifikasi yang berupa tambak. Sebagian nanti ada mangrove, sebagian ada tambak yang memanfaatkan warga. Jadi warga budidaya dan hasilnya bisa dijual untuk membantu perekonomian di situ,” tukasnya. (wt)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan