“Forpimda sepakat untuk mengeluarkan kebijakan tersebut. Pembatasan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Juga membatasi kapasitas pengunjung yang ada di restoran/rumah makan hingga destinasi,” ujar Anas.
“Lebih warga warga merayakan pergantian tahun di rumah masing-masing dan tidak melakukan perjalanan ke luar kota. Karena saat ini tren penularan di berbagai kota juga mengalami penigkatan, ini demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,’ imbuhnya kembali.
Pada kesempatan tersebut Anas juga menyampaikan sejumlah capaian yang telah digapai oleh Banyuwangi dalam 10 tahun terakhir.
“Prestasi telah menjadi salah satu cara Banyuwangi untuk mempercepat proses pembangunan di daerah. Berkat prestasi, pemerintah pusat telah memberikan apresiasinya kepada Banyuwangi, baik dalam bentuk dana insentif maupun program-program pusat yang dikucurkan di Banyuwangi yang tentunya untuk pembangunan daerah pula. Ini harus kita syukuri bersama,” kata Anas.
“Maka kami juga mohon kepada tokoh agama untuk memotivasi umat untuk terus berprestasi di segala bidang yang ditekuninya. Karena prestasi atau hasil yang kita dapat itu sesuai dengan kerja keras yang kita upayakan,” ujarnya.
Di momen tersebut Anas juga meminta dukungan dari para tokoh agama dalam proses pembangunan daerah ke depan. Karena pandemi yang saat ini terjadi membuat banyak perubahan dalam perencanaan dan proses pembangunan.
“Banyak rencana pembangunan yang tertunda, omset UMKM yang menurun hingga warga yang kehilangan pekerjaan. Maka ke depan daerah perlu dukungan yang solid dari segenap elemen daerah untuk bekerja semakin keras mengatasi dampak-dampak yang terjadi. Dukungan dari para tokoh agama dan masyarakat akan sangat berarti,” pungkas Anas. (jam/yin)





