Jumat, 26 Juli 2024
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukPro Kontro UU Cipta Kerja, Mari Kembali ke Sang Pencipta

    Pro Kontro UU Cipta Kerja, Mari Kembali ke Sang Pencipta

    Oleh : Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

    Sejak Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Cipta Kerja, pro dan kontra terus berlanjut memanas dalam berbagai pemberitaan dan juga aksi demo.

    Perdebatan atas UU Cipta Kerja ini, sama dengan situasi di Gedung Wakil Rakyat, ada pro dan ada pula kontra dengan menolak bahkan lebih dari itu.

    Lewat siaran di media sosial Youtube, masyarakat Indonesia menyaksikan secara langsung bagaimana undang-undang Omnibus Law tersebut disetujui oleh sebagian besar fraksi di kompleks DPR RI, Senayan, pada Senin sore (5/10/2020).

    Tujuh fraksi telah menyetujui agar Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi UU, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerindra, Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

    Sedangkan dua fraksi lainnya Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak RUU tersebut. Bahkan, anggota fraksi Demokrat Benny K. Harman walk out atau keluar dari ruang sidang paripurna.

    Pada Sidang Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2020-2021, Senin (5/10/2020), Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR, Supratman Andi Agtas mengatakan rapat penyiapan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Cipta Kerja telah dilakukan sebanyak 64 kali.

    Dua kali rapat kerja, 56 kali rapat panja dan 6 kali rapat Tim Perumus/Tim Sinkronisasi yang dilakukan hari Senin sampai dengan Minggu, dimulai dari pagi hingga malam dini hari bahkan masa reses sebelumnya tetap melaksanakan rapat, baik di dalam maupun di luar gedung atas persetujuan pimpinan DPR

    Kini semakin nyata bahwa kelompok pro dan kontra, masih terus membuat pernyataan saling menguatkan keputusan meraka, dan melemahkan sikap lawan.

    Kelompok lain memilih sama-sama aman. Artinya kelompok pengusaha pasti berpihak pada pemerintah dan DPR RI sudah memberikan jalan untuk melakukan berbagai investasi sesuai kelonggaran pada UU Cipta Kerja.

    Sedangkan kelompok buruh dan barisan tertentu, tidak kalah hebat memberikan aksi dengan demo turun di jalan hingga demo komunitas di lingkungan tempat bekerja.

    Hingga masa pandemi Covid-19 berakhir pun, pro dan kontra tidak akan selesai. Mengingat kekuatan sekarang ini hanya persoalan kacamata berbeda. Tetapi semua kembali sama-sama menyatakan berjuang untuk rakyat.

    Oleh karena itu, memilih di antara pro dan kontra dengan berbagai argumentasi cukup berbobot juga berkualitas. Tanpa bermaksud menutup ruang demokrasi dalam perbedaan, maka sebaiknya kembali kepada Sang Pencipta, kepada Allah SWT.

    Ayat surat terakhir Surat Al Baqarah, sebagai pembuka tulisan ini minimal untuk perenungan dan kontemplasi. Pertama, semua sudah kehendak Yang Maha Kuasa; Kedua, mengapa dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19 masih diberi takdir ribut urusan ini; Ketiga, pasrahkan semua kepada Allah SWT, karena Allah SWT tidak akan memberikan beban melebihi batas kemampuan seseorang.

    Demikian juga, Allah SWT tidak akan memberikan beban kepada suatu negara atau pemerintahan atau seluruh bangsa, melebihi batas kemampuan mereka.

    Mari mengambil hikmah dari perbedaan ini dengan membaca terjemahan ayat sebelumnya, “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

    Sekadar mengingatkan bahwa ketika perbedaaan, ketika pro kontra sudah sama-sama memanas, maka membutuhkan pendingin dengan membaca ayat-ayat suci Al Quran, atau paling tidak memahami isi dan kandungan artinya, supaya kita semua lebih mampu mengendalikan diri, di antara sudah usaha maksimal, dalam mempejuangkan kehidupan rakyat menuju makmur dan sejahtera. (@)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan