Sabtu, 24 Februari 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaGolkar Prihatinkan Kondisi Sekretariat KCVRI Surabaya

    Golkar Prihatinkan Kondisi Sekretariat KCVRI Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur M Sarmuji mengaku sangat prihatin  dengan kondisi sekretariat  Korps Cacad Veteran RI (KCVRI) di Jalan Rajawali 40 Surabaya.

    Keprihatinan Sarmuji dan elit Partai Golkar Jawa Timur setelah berkunjung ke kantor KCVRI untuk silaturahmi sekaligus memberikan taliasih berkaitan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 75, Senin (17/8/2020).

    Hadir dalam kesempatan itu, selain Sekretaris DPD Sahat Tua Simanjuntak, Bendahara Blegur Prijanggono, juga Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM H. RB Zainal Arifin,  Waka bidang MPO Meulila Osman dan beberapa pengurus harian lainya.

    M Sarmuji mengatakan, maksut pengurus Golkar kemari hanya satu tujuan yakni silaturahmi bertepatan dengan hari Kemerdekaan RI, namun oleh pengurus di lapori kondisi sekretariat yang tidak ada penerangannya. Ternyata listriknya oleh pemerintah di putus dan sudah dua tahun berjalan.

    Baca juga :  Satgas Dinas SDABM Surabaya Mulai Bangun Tanggul Penghalau Banjir

    Golkar Prihatinkan Kondisi Sekretariat KCVRI Surabaya
    Seusai acara, dengan santai elit partai mendiskusikan dan mencari solusi nasip KCVRI Surabaya. Tanpak Sahat Tua Simanjuntak (berdiri)

    “Pemkot Surabaya tidak lagi memberikan subsidi listrik untuk Kantor Sekretariat (KCVRI) Surabaya. Jadi, sudah 2 tahun ini tidak ada lagi subsidi, tidak ada lagi aliran yang secara legal mengaliri sekretariat ini. Tentu ini berita yang sangat menyedihkan,” kata Sarmuji.

    Menurut Sarmuji yang juga Anggota DPR RI ini, orang yang sudah mengorbankan segenap yang dimilikinya,  ternyata untuk sekretariat saja,  subsidi listrik  tidak mendapatkan. Pihaknya pun langsung menginstruksikan kepada Anggota DPRD Jatim Dapil Surabaya Blegur Prijanggono untuk mencarikan solusi terbaik.

    “Kami sudah perintahkan pada anggota DPRD Provinsi Jatim yang mewakili Dapil Surabaya pak Blegur  untuk menyelesaikan dan juga minta supaya fraksi DPRD Surabaya untuk mengingatkan Pemkot Surabaya tentang berita yang sangat menyedihkan ini,” jelasnya.

    Baca juga :  Wali Kota Eri Ingatkan Pengembang Perumahan Siapkan Kolam Air

    “Saya sebagai wakil rakyat sedih sekali. Mudah-mudahan pemerintah setelah ini peduli lagi, bukan hanya pada listrik yang tidak lagi menyala, tapi nasib pejuang bisa lebih baik lagi,” tambah Sarmuji dengan mata berkaca-kaca.

    Golkar Prihatinkan Kondisi Sekretariat KCVRI Surabaya

    Maksud Golkar Jatim ke Sekretariat KCVRI Surabaya, lanjut Sarmuji, merupakan bentuk perhatiannya kepada para pejuang yang telah mengorbankan dan mempertaruhkan nyawanya untuk Indonesia.

    “Untuk mempertahankan Indonesia merdeka, mereka adalah orang-orang yang bersedia menukar darah untuk menjaga tanah air Indonesia tetap jernih tanpa penjajah. Mereka bersedia menukar nyawa, menukar dengan sejengkal tanah kuburan hanya untuk mempertahankan agar tanah Indonesia bebas dari penjajah,” bebernya.

    Menurut dia, pertemuan ini mahal nilainya bagi Partai Golkar. “Bernilai luar biasa karena kami bisa melihat secara langsung, bapak ibu meskipun sudah sepuh, aura pejuang menjaga kedaulatan Indonesia tetap terpancar,” imbuhnya.

    Baca juga :  Pembangunan Box Culvert Babat Jerawat-Pakal Proses Lelang

    Sekarang ini, tambah dia, Indonesia sudah maju berkat para pejuang. “Karena itu, kesempatan ini kalaupun kami berbagi tanda kasih, tanda perhatian kami kepada para pejuang yang telah mengorbankan nyawa. Agar pembangunan Negeri ini tetap berlangsung lebih baik lagi,” pungkasnya.

    Pada kesempatan sama, Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Sahat Tua Simanjuntak akan mencarikan solusi terbaik agar bisa kembali teraliri listrik di kantor Sekretariat KCVRI Surabaya. “Semoga pemerintah peka terhadap kondisi pejuang kemerdekaan. Kita akan mencarikan solusi agar sekretariat ini bisa teraliri listrik lagi,” tegasnya.

    Sementara, Wakil Ketua KCVRI Surabaya, Didik R Barnawi mengatakan bahwa sudah dua tahun kantornya tidak mendapatkan subsidi listrik. “Dari Dinas Sosial katanya tidak ada uang,” katanya. (min)

    Reporter : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan