“Saya pikir lebih baik PSSI mempertimbangkan untuk memutar Liga 1 U-20. Itu bisa menjadi langkah solutif untuk menemukan pemain-pemain matang yang belum terpantau sebelumnya. Sebab, Piala Dunia ajang bergengsi, harus benar-benar menurunkan pemain pilihan,” tutur Zia dilansir laman resmi klub.
Zia merujuk kepada kebijakan Madura United dalam merekrut pemain berusia di bawah 20 tahun. Menurut Zia, Laskar Sape Kerrab akan mengambil pemain bila mereka sudah siap bersaing di level lebih tinggi.
Salah satu pemain yang dihasilkan dari akademi, dan selanjutnya masuk ke dalam skuad Liga 1 adalah Moch Kevy Syahertian. Pada musim lalu, Kevy tampil di tiga pertandingan, dan bermain selama 93 menit. Sedangkan tahun ini sebelum kompetisi dihentikan sementara akibat pandemi virus Corona, Kevy tampil sebanyak empat menit.
“Kami sebenarnya bersyukur dengan adanya kompetisi U-20. Ada pemain-pemain lokal kami yang terpantau dan punya peluang. Mereka akhirnya promosi, membuktikan seperti Kevy yang sudah bisa cetak gol juga,” ucap Zia. (sr)





