“Saya pribadi mau jumlahnya naik seperti rencana. Namun, situasi pandemi Covid-19 ini membuat kita harus saling memahami. Bisa saja pemasukan dari sponsor mengecil karena kondisi tidak normal,” ujar Akhmad.
Akhmad menambahkan, para sponsor liga, termasuk sponsor utama yang memberikan dukungan sejak musim 2019, masih tertarik memberikan sponsorship untuk lanjutan liga tahun ini.
Tetapi, lanjut Akhmad, kondisi force majeure akibat pandemi virus corona memberikan pengaruh terhadap ikatan kerja sama yang mereka jalin sebelumnya. PT LIB harus membuat kontrak baru dengan para sponsor tersebut.
“Pada prinsipnya, kami ingin permasalahan terkait subsidi beres. Namun semuanya tergantung sponsor. Karena kalau tidak, kami harus membayar subsidi dari mana? LIB tentu saja akan transparan soal keuangan ini karena perusahaan ini milik klub. Sebenarnya sponsor masih berminat, tetapi harus ada tanda tangan kontrak baru,” ucap Akhmad.
Melalui surat keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa tahun 2020, PSSI resmi memutuskan Liga 1, 2 dan 3 Indonesia musim 2020 bergulir kembali mulai Oktober 2020. (sr)





