Liga 1 Tanpa Degradasi, Pelatih Persik Tetap Khawatir

Liga 1 Tanpa Degradasi, Pelatih Persik Tetap Khawatir
foto: Pelatih Persik Kediri Joko Susilo

Selain itu, Joko juga mengomentari wacana regulasi pemain U-20 di Liga 1. Ia merasa peraturan tersebut mesti dipertimbangkan secara matang supaya tidak percuma kalau diterapkan.

Tujuan dari regulasi pemain U-20, untuk membantu timnas Indonesia, yang bakal terjun di Piala Dunia U-20 tahun depan. Manajer pelatih Merah Putih Shin Tae-yong, bisa melihat pemain yang cocok masuk ke skuadnya.

“Bentuk kompetisinya bagaimana. Kalau normal, tentu akan kontradiktif dengan target dari pengurus klub maupun suporter kepada pelatih. Berbenturan dan tidak sinkron. Kualitas permainan pemain U-20 sangat jauh berbeda dengan pemain asing. Saya sendiri kurang yakin dengan regulasi itu,” ia menambahkan.

Kompetisi sudah dihentikan sejak pertengahan Maret lalu, akibat pandemi virus corona. Semenjak itu, seluruh klub menginstruksikan para pemainnya untuk menjalani latihan mandiri di kediamannya masing-masing.

Sebelum Liga 1 terhenti, Persik sudah bertanding tiga kali. Pasukan Macan Putih meraih dua imbang dan satu kalah sehingga kini menduduki peringkat 13 klasemen dengan raihan dua poin. (SR)