BREAKING NEWS

Gubernur Mulai Roadshow ke Kementerian, Lalu Tarik Investasi Asing

SURABAYA – Menindak lanjuti keluarnya Perpres 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat dengan memulai roadshow ke kementerian kementerian untuk mendapat dukungan.

Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan Roadshow dimulai Rabu hingga tiga hari kedepan. Kementerian yang akan disisir diantaranya Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Perhubungan, BUMN serta Kementerian Keuangan RI, jelasnya Kepada wartawan di Grahadi Surabaya, Selasa malam.

Dalam kunjungan ke Jakarta ini pemerintah provinsi Jawa Timur juga melibatkan DPRD Jawa Timur. Roadshow dimaksutkan untuk menyinkronkan antara RKP (Rencana Kerja Pusat) dengan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah).

Ini penting dalam rangka memastikan proyek proyek mana saja yang menjadi skala prioritas yang masuk RPJMP dan RPJMD Provinsi maupun kabupaten/kota.

Ada 218 proyek percepatan pembangunan didalamnya dengan alokasi anggaran kisaran Rp 294,3 triliun.

Setelah itu baru  Pemrov Jawa Timur melakukan roadshow ke luar negeri untuk menarik investasi asing seperti ke Jepang, Vietnam, Thailand,” tegas Heru Tjahjono.

Keluarnya Perpres 80 tersebut merupakan hadiah dari pemerintah pusat kepada Gubernur Khofifah. Ini luar biasa.

Disatu sisi, Pemprov Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur juga telah melakukan omnibus low. Ada 13 Perda digabung menjadi satu Perda.

Pembatalan banyak Perda dengan membentuk Perda baru ini agar antara Perda satu dengan yang lainnya tidak berbenturan dan memudahkan investasi.

Menyinggung soal internasionalisasi bandara Abdulrahman Saleh Malang , Heru menyebutkan, internasionalisasi bandara di Malang harus jalan terus. Apalagi, pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp 200 miliar untuk internasionalisasi bandara tersebut. "Proyek ini bagian dari RPJM," tutur.

Pada tahap awal Pemprov Jawa Timur sudah membuat PPMO (Province Project Management Office) yang mengatur pengerjaan seluruh proyek diPerpres 80 tahun 2019.

Bandara ini memiliki prospek bagus sekalipun saat ini mengalami penurunan jumlah penumpang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya, penumpang makin punya banyak pilihan seperti kemudahan akses jalan tol kesemua penjuru, adanya bandara Juanda, Iswahyudi Madiun. Belum lagi bandara Kediri.

Tetapi, kondisi ini tidak bisa mengubah rencana besar pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan skala prioritas di Jawa Timur. (min)

Posting Komentar