BREAKING NEWS

Giliran Panti Jompo dan Panti Asuhan Yatim & Duafa Dikunjungi Ormas MKGR Jatim

SURABAYA - Hari kedua rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke 60, Ormas MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) Jawa Timur diisi dengan mengunjungi Panti Jompo dan Panti Asuhan di tempat yang berbeda, Kamis (2/1/20120)

Panti Jompo yang di kunjungi yakni Yayasan rumah peduli (Agepe) Jalan Teluk Kumai Barat No. 2 Surabaya. Sedangkan Panti Asuhan anak Yatim dan duafak yaitu Yayasan Arrohyati Jalan Kedurus lV Jambu No.2 Surabaya.

Tujuan kunjungan tersebut sebagaimana diungkapkan Ketua Ormas MKGR Jawa Timur Kodrat Sunyoto, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, tiada lain kecuali ingin mengimplementasikan semboyan yang tercantum dalam Pancamoral MKGR yang meliputi cinta, jujur, berani, musyawarah dan kekaryaan. Ormas MKGR ingin berbagi dengan mereka.

Ketika berada di Yayasan Rumah Peduli, Kodrat mengaku sangat terharu. Kalau saya dihadapkan dalam situasi seperti ini, bibir saya sulit untuk berbicara. Saya selalu ingat ibu saya yang berusia 81 tahun dan kini tinggal di desa. ungkap Kodrat dengan kalimat yang nyaris tak terdengar.

Dalam bakti sosial tersebut, MKGR Jatim memberikan sejumlah bantuan dan tali asih bagi penghuni panti jompo dan panti asuhan di Surabaya.

Kodrat menyampaikan rasa hormat kepada para pengasuh atas kesabaran yang tingga memberikan pembinaan. Kepada pengelola dan pengasuh semoga selalu mendapat bimbingan dari Tuhan.

Hari ini kami sengaja mengajak teman teman ke panti disini karena pada saatnya juga akan mengalami suatu kondisi yang sama sekaligus mengingatkan seluruh kader MKGR untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan

Yayasan Rumah Peduli (Agepe) itu berdiri sejak 3 tahun lalu dan diresmikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Saat ini Yayasan itu dihuni 10 orang, rata rata usianya diatas 80 tahun, dengan dua pengasuh sekelas perawat dan usianya baru 19 tahun Rusita dan Sinuaji.

Ada 7 kamar tidur dan 3 kamar tidur khusus dengan fasilitas rumah sakit kelas VIP. Pada Januari 2020 ini Yayasan Agepe akan menerima 4 penghuni lagi, tandas Jame Soplanit, ketua pengurus Yayasan Agepe. Kegiatan mereka diantaranya kegiatan rutine olahraga, ibadah dan refresing.

Bagi mereka yang masih punya keluarga, yayasan memberikan kesempatan untuk berlibur bersama keluarganya. Malahan, ada seorang ibu yang dulunya kaya raya dan tinggal di perumahan elit Margorejo Surabaya. Ceritanya, ibu ini merasa di tipu oleh seseorang, lalu diusir dari rumahnya dan akhirnya di tampung disini.  “Panti ini terbuka kepada siapapun,” kata James

Sementara itu ketika berada di Yayasan Arrohyati Kedurus rombongan MKGR Jawa Timur di terima Ketua Yayasan Sumiatno, seorang pensiunan Pertamina Sekretaris Suarno Askolani, persiunan PLN.

Yayasan tesebut membina 34 anak Yatim  dan duafak. Mereka saat ini ada yang masih siswa SD, SMP, SMK dan dua anak asuhnya status mahasiswa Unair dan Unesa Surabaya. Yayasan ini diresmikan oleh Gubernur Soekarwo. (min)

Posting Komentar