Diminta Bantu BPJS Anak-anak YPAC, Risma: Kalau Salat Malam, Itu yang Saya Tangisi
Dalam pertemuan itu, pengurus YPAC menyampaikan beberapa hal tentang kondisi anak-anak binaan beserta kondisi yayasan. Salah satu yang disampaikan adalah beberapa anak didiknya belum memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.
Mendengar itu, Risma pun siap menanggung BPJS anak-anak itu apabila memang termasuk warga Kota Surabaya. “Jika memang warga Surabaya, kita tanggung semuanya,” katanya kepada para pengurus YPAC Surabaya itu.
Risma juga memastikan bahwa hal-hal semacam inilah yang selalu ada dalam pikirannya. Bahkan, ia mengaku hal-hal semacam inilah yang selalu ditangisi ketika dia salat malam.
“Terus terang Bu, kalau salat malam, itu yang saya tangisi,” katanya.
Ketua Umum YPAC Surabaya Wiwiek Teddy Ontoseno mengaku sangat senang karena aspirasinya diberikan solusi oleh Risma. Ia juga berterimakasih karena yayasannya sebentar lagi akan dibangunkan perpustakaan.
“Kami berterimakasih karena sekolahan kami juga sudah disurvei dinas perpustakaan,” kata Wiwiek.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tujuan menemui Wali Kota Risma adalah untuk memperjuangkan anak didiknya yang masih belum tercover BPJS. Ia memastikan bahwa di yayasannya itu ada sebanyak 80 anak dan 38 anak di antaranya belum memiliki BPJS.
“Nah, dari 80 anak itu beberapa di antaranya sudah punya BPJS, tinggal 38 anak yang belum punya BPJS. 20 anak di antaranya ada yang dicover pemerintah, 13 anak mandiri karena mungkin mampu dan ada pula yang sudah dicover oleh perusahaan orang tuanya bekerja,” kata dia.
Karena itu, Wiwiek mengaku mendatangi Risma untuk meminta bantuan supaya 38 anak itu juga diikutkan BPJS oleh Pemkot Surabaya.
Wiwiek pun mengaku puas dan senang karena Risma tanpa pikir panjang langsung menyanggupi untuk mengurus BPJS anak-anak itu. “Jadi, nanti sisanya 38 anak itu katanya mau diuruskan oleh pemkot,” ujarnya.
Selain itu, Wiwiek juga mengaku mengeluhkan kesejahteraan guru-guru atau karyawan YPAC yang sampai saat ini masih jauh dari kata layak. Padahal, tugas mereka sangat berat dalam membimbing anak-anak luar biasa ini.
“Alhamdulillah tadi juga sudah ada solusi dari Bu Risma bahwa mereka nanti akan menjadi tenaga kontrak Pemkot Surabaya, tapi penempatan kerjanya di YPAC,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Wiwiek juga menyampaikan bahwa di daerahnya masih ada genangan air kalau hujan dan berharap untuk dicarikan solusinya. Risma siap mengatasi genangan itu dan langsung meminta Dinas PU Bina Marga dan Pematusan untuk mengatasi genangan tersebut.
“Soal genangan air, katanya (Risma) akan segera diatasi, terima kasih semuanya,” katanya. (wt)