Dihadiri Walikota, DPD LDII Kota Kediri Gelar Musda Ke-6
Agung riyanto selaku Ketua pelaksana MUSDA LDII Kota Kediri ke 6, mengatakan, dalam laporan kegiatan, agenda dihadiri dalam Musda ini berjumlah kurang lebih 400 orang, termasuk di dalamnya peserta musyawarah yang berjumlah 160 orang, terdiri dari utusan dari pimpinan anak cabang, pimpinan cabang, pengurus DPD, dan beberapa orang peninjau.
Mengusung Tema, Dengan MUSDA LDII Kita Lestarikan Kerukunan Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan Kota Kediri " kata Agus Riyanto.
Selain dari internal keanggotaan dan pengurus DPD LDII Kota Kediri, tampak hadir pula beberapa tamu undangan, baik dari jajaran DPW LDII Jawa Timur, FORKOMPINDA, BNN, FKUB, Perwakilan ormas Keagamaan di Kota Kediri yang memberi apresiasi dan dukungan terselenggaranya Musda DPD LDII Kota Kediri.
Acara tersebut, dibuka secara bersama sama oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, SE. Mas abu sapaan akrab walikota kediri ini mengatakan, pihaknya bersyukur dan Alhamdulillah di Kota Kediri banyak Pondok Pesantren, termasuk salah satunya Pondok Wali Barokah LDII, yang telah menyumbangkan indeks pembangunan manusia, serta Pondok-pondok, Gereja-gereja di Kota Kediri juga melakukan hal yang sama.
Semuanya sama harus kita lakukan terus menerus kalau berbeda-beda itu sudah menjadi keniscayaan. Namun, yang paling penting adalah, walaupun berbeda kita harus sama sama membangun Kota Kediri" jelasnya.
Mas abu juga menambahkan, Pemerintah Kota Kediri juga akan selalu berkolaborasi dengan masyarakat. Karena, sangat penting untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia, dengan harapan, Negara ini tetap kondusif dan tidak terpengaruh dengan konflik di negara negara maju di luar negeri yang sedang berkonflik.
Tentunya, akan berdampak terhadap stabilitas keamanan di seluruh dunia, Oleh karena itu kita mesti berkolaborasi yang baik seperti yang kita lakukan bersama sama disaat ini" imbuhnya.
Mas Abu juga berharap, dirinya selalu berharap, agar Forkompimda Kota Kediri, selalu bersinergi dengan elemen masyarakat, untuk meningkatkan indeks kerukunan antar umat beragama di Kota Kediri.
Sehingga, bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain " pungkasnya.Sekedar diketahui, LDII didirikan oleh H. Nur Hasan Ubaidilah sekitar tahun 1951 di Burengan, Banjaran, Kediri, Jawa Timur.
Sampai saat ini, LDII berkembang di seluruh wilayah Indonesia. Nama Islam Jama'ah adalah sebutan dari masyarakat, tetapi mulai tahun 1990 an nama Islam Jama'ah berubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII), sebagai organisasi kemasyarakatan, akan terus menitikberatkan pada dakwah yang menyejukan dengan visinya, serta berkomitmen memberikan kontribusi, kerja nyata kepada pemerintah dan masyarakat.(bud)
</div>