BREAKING NEWS

DB Mengancam, Warga Kota Kediri Diminta Waspada

KEDIRI - Semua warga, diminta untuk terus waspada terhadap penyakit Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota kediri, Jawa Timur, tercatat penderita penyakit bertambah mencapai 5 orang, hingga akhir Januari 2020 ini, akibat  gigitan nyamuk aedes aegypti.

Disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Kediri, Alfan sugiyanto, hingga bulan Januari 2020, Dinas Kesehatan Kota Kediri, sudah menerima laporan 5 kasus  penderita DBD.

Data yang kami peroleh, terjadi di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota Kediri, Kelurahan Bandar Kidul dan Bandar lor, Kecamatan Mojoroto, serta Kelurahan Blabak dan Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren. Masing masing di Kelurahan ini, 1 orang positif terkena virus yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti" katanya, Kamis (23/01/2020).

Saat ini, pihaknya melakukan tindakan Fogging di Kelurahan Bandar lor, karena sudah memenuhi syarat untuk dilakukan di Kelurahan. Dimana, sebelumnya dari pihak Puskesmas sudah dimintai bantuan untuk diadakan proses pemeriksaan dan penyelidikan Epidomologi di lingkungan tersebut.

Berdasarkan hasil yang telah dilakukan,1 orang dilaporkan positif terjangkit virus dan 3 orang terindikasi penyakit Demam Berdarah. Sehingga. kita terjunkan 5 personil, 3 orang sebagai Foggermannya, serta staff kami bagian program DBD 2 orang yang bertindak sebagai Supervisor di lingkungan rumah warga tersebut" imbuhnya.

Alfan menambahkan, untuk lokasinya dipusatkan  di Sekolah Dasar Kelurahan Bandar lor 1,2 dan 3. Selain itu, juga di RT 17,18, serta 19, karena kemarin salah satu anak dari warga setempat positif menderita Demam berdarah.

Dilokasi yang sama, Ramiyati,warga RT, 18 RW 03, Kelurahan Bandar lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, membenarkan, bahwa cucunya Reno yang masih berusia 8 tahun, seminggu kemarin, harus dirawat di RS Gambiran 2, karena Demam Berdarah.

Perempuan berusia 65 tahun itu menceritakan, gejala yang dialami cucunya selama 4 hari, awalnya panas dingin selama 2 hari. Lalu, dihari 3 dan 4 mulai merasakan mual dan muntah-muntah serta hidung keluar mimisan. Sehingga,pihak keluarga memutuskan untuk diperiksakan di Puskesmas.

Akhirnya, harus dilarikan ke rumah sakit untuk penangganan lebih lanjut" ucapnya.

Sementara, Alfan kembali menimpali, untuk menghindari dan mencegah perkembangan nyamuk terutama penyebab sakit Malaria, Dia  berharap masyarakat turut berperan aktif dalam upaya penanggulangan dan pengendalian DBD.

Misalnya dengan menguras atau bersihkan kamar mandi seminggu sekali,  membersihkan lingkungan sekitar rumah dari barang-barang bekas yg bisa jadi sarang nyamuk" pungkasnya.(bud)

Posting Komentar