BREAKING NEWS

Aktivis Banyuwangi Datangi Polresta Guna Laporkan Mbah Kangkung

BANYUWANGI - Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan aktivis datangi kepolisian resort kota (Polresta) Banyuwangi guna melaporkan adanya dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang ditulis dalam situs Cerita tujuh bukit dengan sebutan Mbah Kangkung, Senin

Dalam Pelaporan yang diprakasai M Yunus Wahyudi datang bersama ormas Balawangi, LAN, dan Awasi. Dengan membawa bukti tulisan cuitan dari Mbah Kangkung.

Menurut Yunus, Pada tulisan Mbah kangkung ada upaya ujaran kebencian yang secara tidak pantas langsung ungkapan tertuju terhadap para aktivis Banyuwangi, wartawan, JATAM, WALHI dan warga yang melakukan aksi tolak tambang emas. Serta beberapa media yang memuat berita penolakan tambang emas tumpangpitu.

> 
Dalam tulisan Mbah kangkung ia di anggap bodoh dan menyebutkan media bangsa badak, kuda Nil, dan kerbau yang harusnya disetrum.

Hal ini membuat kami tersinggung, sehingga langsung bergerak melaporkan permasalahan ini di Polresta Banyuwangi atas dugaan ujaran kebencian. Dalam pelaporan ini, saya meminta kepada pihak yang berwajib untuk segera memproses permasalahan ini secepatnya," ucap Yunus juga sebagai ketua KPJ Laskar Putih Banyuwangi.

Ketua DPD Awasi Banyuwangi, Lamseng saragih mengatakan bahwa sebetulnya sudah ada undang undang ITE , juga sudah banyak himbauan 'bijaklah dalam bermedsos'.

Terlepas dari pro kontra tambang tumpangpitu, saya secara pribadi sebetulnya ketawa melihat seorang Mbah kangkung. Karena apa yang dia ungkapkan menunjukkan ketidakcerdasannya, mari kita berdialog tatap muka. Jangan anggap remeh orang lain," tandas Lamseng pada awak media.

Mari kita mulai lakukan hal hal yang positif untuk perbaikan demi Banyuwangi, bukan sekedar jargon dan pencitraan tapi suatu realita," tambahnya.(Yin).

</div>

Posting Komentar