SURABAYA –Ratusan murid di SDN Krembangan Selatan III Jalan Bubutan no 145-147, Surabaya, mendapat pengarahan darti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Rabu (15/1/2020). Tak ketinggalan, kepala sekolah dan guru-guru di sekolah tersebut ikut kebagian.

Risma mengatakan, semua orang berhak berhasil dan berhak sukses, karena Tuhan itu adil. Oleh karena itu, dia meminta anak-anak itu supaya tidak minder meskipun berasal dari keluarga yang kurang mampu.

“Meskipun orang tua kalian tukang becak, kalian juga berhak sukses dan berhasil. Tanamkan pada diri kalian bahwa kalian harus berhasil,” katanya di hadapan ratusan murid.

Kesuksesan dan keberhasilan itu bisa diraih dengan rajin belajar dan bekerja keras. Bukan sebaliknya, jika ada masalah malah lari ke media sosial. Padahal, di media sosial itu ada orang yang pikirannya jelek hingga akhirnya melakukan hal-hal negative.

“Makanya, saya tadi jelaskan bahwa yang kelihan itulah teman-teman yang sesungguhnya, bukan yang ada di dunia maya yang belum jelas orangnya,” ujarnya.

Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan bahwa salah satu alasan mengadakan pengarahan di SDN Krembangan Selatan III karena ada muridnya yang ‘ngelem’ hanya karena putus dengan pacarnya di media sosial. Hal itu diketahui setelah pelajar yang ngelem itu diamankan Satpol PP.

“Makanya ini saya mengadakan pengarahan di sini kepada semua siswa. Bagaimana pun juga, satu anak pun berharga bagi negara ini,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi, Risma memastikan akan memberikan area bermain kepada mereka. Risma memprediksi mereka ini kekurangan ruang untuk bermain. Karenanya, pada saat mengadakan pengarahan dengan kepala sekolah dan guru-guru, ia meminta sekolah itu dibuka mulai sore hingga maghrib supaya mereka bisa bermain di sekolahnya itu. Apalagi, halaman sekolahnya cukup luas untuk area bermain.

“Nanti saya juga fasilitasi mereka lapangan olahraga biar anak-anak ini bisa bermain. Nanti saya kirim pingpong dan badminton ke sini. Saya juga minta Hari Sabtu-Minggu dibuka untuk mereka bisa bermain. Nanti saya juga akan kirim buku-buku biar mereka bisa belajar,” ujarnya.

Risma juga meminta para guru untuk mengubah pola mengajarnya supaya anak-anak lebih tertarik lagi untuk belajar dan bisa konsentrasi. Selain itu, para guru juga diminta tidak melulu mengajar materi, tapi juga diselingi permainan yang melibatkan kebersamaan mereka, sehingga diharapkan anak-anak itu lebih tertarik belajar dan fokus dalam belajar.

“Saya ingin para guru mengubah metode mengajarnya untuk lebih melibatkan muridnya supaya lebih aktif. Jadi, bukan satu arah, tapi bersama-sama belajar,” imbuhnya.

Kepala Sekolah SDN Krembangan Selatan III Mahmud Salimul Arif mengatakan, ke depannya anak didiknya itu akan difasilitasi pada saat berada di sekolah maupun saat di luar sekolah. Bahkan, ia memastikan bahwa Risma sudah menyanggupi untuk melengkapi sekolah tersebut dengan peralatan olahraga dan seni, sehingga anak didiknya diharapkan bisa mengembangkan bakat dan minatnya masing-masing. (wt)