Sempat Ditolak, Polisi Resmi Terima Laporan FPI Terhadap Gus Muwafiq

28
Gus Muwafiq

JAKARTA – Bareskrim Polri akhirnya menerima laporan yang dibuat anggota DPP FPI Amir Hasanudin terhadap Gus Muwafiq. Sebelumnya, laporan ini ditolak karena terkendala terjemahan dari ceramah Gus Muwafiq.

“Alhamdulillah laporan secara resmi diterima hari ini sehubungan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Muwafiq di Desa Tempel Purwodadi pada November 2019 lalu, dengan mengatakan berbagai hal yang menghina Rasulullah SAW yang termulia dengan tanpa dasar dan tidak ilmiah,” kata pengacara Amir, Aziz Yanuar melalui siaran persnya, Rabu (4/12/2019).

Aziz berharap pihak kepolisian aktif segera memproses ini untuk mencegah gejolak di masyarakat. Menurutnya, tindakan tegas ini supaya tidak ada lagi penghinaan yang akan dilakukan oleh pihak lainnya.

“Dengan ini kami himbau juga pihak lain dari unsur agama manapun agar tidak gegabah dalam mengomentari terkait keyakinan agama apapun dengan tidak berdasar dan tidak ilmiah,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, ceramah Gus Muwafiq mendapat banyak kecaman karena menganggap bahwa kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad SAW biasa saja. Ia membantah jika ada orang yang mengatakan wajah Nabi Muhammad SAW bersinar saat lahir.

“Nabi lahir biasa wae rasah ndadak digambarno bersinar, nek bersinar yo diketok karo bolone Abrohah. Kan ono sing nyritakne nabi bersinar (Nabi lahir biasa saja tidak perlu digambarkan bersinar. Kalau bersinar ya ketahuan sama bala tentara Abrahah. Kan ada yang menceritakan Nabi bersinar),” tutur Mubaligh asal Yogyakarta ini.

Bahkan, ia mengklaim bahwa Nabi ketika kecil rembes (ingusan). Dan ketika kecil kerap ikut kakeknya menggembala kambing. Kalau kira-kira ada jambu, kata Gus Muwafiq dengan bahasa jawa, mungkin Nabi juga akan mencuri jambu.

Atas pernyataanya, Gus Muwafiq juga telah melayangkan permintaan maaf. Dalam video yang beredar, ia mengaku tidak berniat menghina Rasullah SAW. (wt)