Zainudin Amali Minta Dido’akan Bisa Menyelesaikan Tugas Menpora Dengan Husnul Khotimah

23
  • Amin Istighfarin
Dewan Pertimbangan Golkar Jatim Soenarjo memotong tumpeng untuk selanjutnya diberikan kepada Menpora Zainudin Amali disaksikan SahatTua Simanjuntak.

SURABAYA –  Ini pengakuan Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) dalam kabinet Presiden Joko Widodo. Politisi Golkar ini diangkat menjadi Menpora berkat doa dari anak yatim dan kekompakan pengurus Golkar mulai tingkat provinsi sampai Kabupaten/Kota se Jatim.

Soliditas ini lalu ditangkap Ketua Umum Pak Airlangga Hartarto sampai akhirnya ke Pak Presiden Joko Widodo. tutur  Zainudin Amali dalam acara Tasyakuran dan Doa Bersama Penghantar tugas Menpora RI dan FPG DPRD Prov. Jatim Masa Bhakti 2019-2024, di Gedung Golkar Jalan A. Yani Surabaya, Minggu (3/11/2019).

Hadir dalam tasyakuran itu dewan pertimbangan Golkar Jatim Soenarjo, Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin, Wakil Ketua Komisi lll Adies Kadir, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, anggota FPG DPRD Jatim dan para Ketua DPD Golkar se Jatim.

Zainudin Amali bercerita, ketika dipanggil Presiden di Istana, penekanannya adalah soal sepakbola yang harus berkiprak  di laga internasional misalnya Olimpiade, Asian Games dan Sea Games.  Bak gayung bersambut, pada hari itu setelah pelantikan Kabinet, FIFA mengumumkan bahwa Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia (PD) U-20 tahun 2021.

Zainudin Amali Minta Dido'akan Bisa Menyelesaikan Tugas Menpora Dengan Husnul Khotimah
Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin bersama Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak

Menjadi tuan rumah PD U-20 sangat luar biasa mengingat kompetitor Indonesia adalah negara negara yang tidak sembarangan diantaranya Brazil,  Peru dan negara Arab.

Kalau dilihat dari tradisi sepakbolanya, kita nggak ada apa-apa, baik itu keuangannya apalagi prestasi sepakbolanya. Lalu apa yang membuat Indonesia ditunjuk Piala Dunia, Menpora menyatakan, itu karena Pak Jokowi yang menulis langsung surat kepada Presiden FIFA. Itu sebabnya, ketika KTT Asean di Bangkok berlangsung, Pak Jokowi terbang dan bertemu presiden FIFA disana.

Ini adalah momentum langka yang belum tentu 30 tahun lagi akan terjadi, jelas Zainudin Amali.

Ia mengatakan, satu pekerjaan baru diselesaikan yakni Kongres PSSI. Alhandulillah telah berjalan lancar. Biasanya Konggres PSSI selalu gaduh. Apalagi ini KLB. Kalaupun ada insiden, itu insiden kecil dan tidak mengganggu jalanya Konggres.

Ini semua berkat doa dari bapak ibu semua. Saya juga mohon doanya bukan hanya sukses dalam mengemban amanah sebagai Menpora tapi mohon didoakan supaya menyelesaikan tugas Menpora dengan Husnul Khotimah.

Banyak agenda olahraga internasional didepan. Mulai Sea Game di Filipina, PON XX/ tahun 2020 di Papua, 2021 kita menjadi tuan rumah piala dunia U-20 dan sekaligus tuan rumah Moto GP, lalu menjadi peserta Olimpiade di Tokyo 2023, disambung menjadi tuan rumah kejuaraan dunia bola basket.

Bendera merah putih itu bisa berkibar di dunia internasional hanya dua event. Pertama kunjungan Presiden di luar negeri dan karena prestasi oalharaga. Ini pekerjaan berat bagi Menpora. ujarnya.

Inilah sebabnya diawal tugas Menpora, kami berkunjung ke semua Cabor, ke daerah daerah untuk menengar aspirasi insan olahraga di tanah air. Kami ingin memotret, apa yang mereka rasakan dan apa yang diinginkan.

Zainudin Amali mengaku sempat didatangi sejumlah mantan pemain bola era 70an. Banyak masukan yang positif dari mereka. Intinya, perintah pak Presiden agar sepakbola di menej dengan baik supaya punya prestasi internasional. (min)