Menurutnya, koordinasi itu dilakukan dengan tujuan menciptakan Museum Olahraga ini agar lebih representatif. Sehingga, warga dapat menjadikan museum itu sebagai tempat edukasi dan wisata.
“Sudah dari minggu lalu ada beberapa yang harus kami koreksi disampaikan teman-teman cagar budaya, dan kita terus mengkaji, dan memperdalam kontennya,” imbuhnya.
Iman mengungkapkan, nantinya konsep Museum Olahraga ini akan memadukan antara Gelora Pancasila dengan Lapangan Thor. Sehingga nantinya museum ini akan dibuat seperti Museum Tugu Pahlawan. Menurutnya, museum tersebut akan lebih interaktif jika ada diorama seperti Museum Tugu Pahlawan. “Jadi nanti kami sertakan diorama untuk para pengunjung supaya lebih menarik,” ungkapnya.
Selain dilengkapi diorama, Iman menyebut, di Museum Olahraga itu juga akan diberi sentuhan digital. Ia menilai jika koleksi benda-benda di museum itu akan semakin menarik jika diberi sentuhan digital. “Mungkin prosentasenya 50:50,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan memastikan suhu yang terjaga kelembapan dan terlindung dari paparan sinar matahari di museum tersebut. Sebab, benda-benda bersejarah itu sebagian besar membutuhkan suhu yang lembap. Bahkan koleksi baju para atlet pun juga harus diletakkan di kondisi yang lembap.
“Khusus baju memang tidak boleh sembarangan. Tidak boleh kena matahari langsung, jadi benar-benar harus terlindungi gitu. Suhu standartnya sama seperti ruangan umum 22-24 derajat,” ujarnya. (wt)





