Menariknya, bangunan rumah-rumah lawas di Kampung Lawang Seketeng ini juga masih terawat hingga sekarang. Untuk itu, pemkot juga bakal mengkoneksikan kesan vintage rumah-rumah kuno itu dengan objek-objek sejarah. Namun, penataan yang dilakukan tidak menghilangkan estetika dari kampung lawas itu sendiri. “Sehingga nanti orang bisa lihat ini pariwisata kota sejarah, kampung lawas, peradaban yang tua, itu yang akan kita munculkan di sana,” jelasnya.
Selain mengkoneksikan objek-objek peninggalan sejarah, Pemkot Surabaya juga bakal melakukan penataan kembali dinding-dinding di kawasan itu dengan sentuhan mural. Nantinya, desain mural juga bakal disesuaikan dengan kondisi di sekitar. “Kalau di depannya mushala, maka bentuk muralnya itu bentuk islami. Apa yang ada didekatnya maka akan dibuat menjadi tematik,” katanya.
Tak hanya itu, untuk mendukung Kampung Lawang Seketeng sebagai destinasi wisata heritage, Pemkot Surabaya juga bakal menyiapkan gaet yang berasal dari anak-anak di sekitar. Nantinya anak-anak bakal dilatih untuk menjadi pemandu wisata. “Insya Allah kita sudah kerja sama dengan teman-teman, nanti ini gaetnya itu juga dari sini. Nanti kita juga akan panggil pelatih yang dulu ngelatih Cak dan Ning kita. Sehingga adik-adik yang ada di sini nanti bisa jadi tour gaetnya,” jelas Eri.
Eri menambahkan, rencananya Kampung Wisata Heritage di Kelurahan Peneleh ini bakal diresmikan bertepatan pada Hari Pahlawan 10 November 2019. Dengan demikian, momen itu juga menandai bahwa Kampung Lawang Seketeng ini juga menjadi salah satu saksi bisu sejarah perjuangan Kota Surabaya.
“Insya Allah (peresmian) tanggal 10 November, jadi Hari Pahlawan itu sebagai penanda Kampung Lawang Seketeng, karena kampungnya Pahlawan, ada Bung Tomo dan Bung Karno, sehingga diharapkan warga juga menjaga seperti semangatnya (pahlawan),” pungkasnya. (wt)





