Sahat : Saya Paling Berduka Atas Wafatnya Ustadz Arif

Sahat : Saya Paling Berduka Atas Wafatnya Ustadz Arif
Foto kenangan Ustadz Arif Hari Setiawan bersama FPG. (ujung kiri) Sahat Tua P Simanjuntak, Wakil Ketua DPRD Jatim merangkap FPG, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Ustadz Arif dan Kodrat Sunyoto. (istimewa)

Kesepakatan yang di saksikan Ketua DPRD Jatim menjadi bukti soliditas faksi Jatim. Terimakasih Ustdaz Ketua Arif. Selamanya tidak akan terlupakan segala amal ibadah Ustadz. Selamat jalan menuju Sang Pencipta di Surga.

Itulah indahnya kebersamaan di DPRD Jatim, suasana bisa cair. Tidak ada kelompok-kelompok , tidak ada faksi faksi. Yang ada 1 faksi Jatim untuk kesejahteraan masyarakat Jatim. “Jadi kami sangat terkejut dan berduka cita yang mendalam,” tandasnya.

Arif Hari Setiawan, sakit mendadak. Diduga serangan jatung dan wafat di RSIA Jakarta.  Arif, bergabung di Komisi C DPRD Jatim periode 2019-2024. Saat itu, bersama Komsi C tengah kunjungan ke Jakarta.

Pagi itu setelah sarapan di tempatnya menginap, Arif mengeluh kurang enak badan. Ketika semua anggota Komisi C berangkat menuju tempat yang akan dikunjungi yakni kantor Gaikindo, Ustdaz Arif tidak ikut dalam rombongan dan memilih tinggal di hotel, lalu berobat di RSIA Jakarta Pusat. Tiba tiba saja ada kabar bahwa Arif wafat.

Informasi yang diterima melalui Sekretariat DPW PKS Jatim bahwa almarhum akan diterbangkan dari Jakarta menuju Malang, rumah duka Rabu malam ini sekitar pukul 19.00 malam ini dengan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta.

Sampai di bandara juanda, langsung di bawah ke rumah duka di Jalan Bunga Merak II no 4 Jatimulyo Kec. Lowokwaru Kota Malang,” ujarnya. (min)