Dia melanjutkan, “Kereta itu terdiri dari gerbong-gerbong yang disatukan oleh lokomotif menuju ke satu tujuan. Itu adalah pertanda yang bisa dicermati bahwa inilah gaya bahasa non-verbalnya pak Jokowi.”Sementara, sate yang dipilih oleh Jokowi untuk acara makan bersama, menurut Monica, juga merupakan sebuah simbol yang maknanya serupa dengan kereta MRT.

“Sate terdiri dari potongan-potongan daging atau ayam yang kemudian disatukan, ditusuk, dimakan jadi nikmat. Itu juga perlambangnya sama dengan gerbong kereta tadi,” ujar Monica.

“Dan di sini, kalau kita lihat juga, itu adalah tradisinya Indonesia kalau yang terkenal adalah sate. Kalau kedua tokoh itu adalah tokoh internasional sehingga sate lah, sate khas Senayan juga yang dipilih,” imbuhnya.

Pertemuan santai antara Jokowi dan Prabowo itu juga dianggap sebagai simbol perdamaian dengan cara yang sederhana dan sangat menunjukkan ke-Indonesian kedua tokoh politik itu.

“(Pertemuan) itu karena berusaha memberikan kesan bahwa kedua tokoh sekaliber internasional itu sudah berdamai, sudah berekonsiliasi sehingga yang diharapkan secara ekonomi akan membaik, harga saham akan meningkat, dan sebagainya,” ujar Monica.(rom)