Kampung Pendidikan Tumbuh Kembangkan Potensi Anak

Kampung Pendidikan Tumbuh Kembangkan Potensi Anak
Kunci keberhasilan pendidikan adalah adanya keterlibatan orang tua dan lingkungan sekitar tempat tingggal anak.

“Tahun 2019 ini, ada tambahan kegiatan yang masuk kategori ini dengan memfasilitasi kegiatan di luar akademik, dengan memberikan pelatihan menari, menyanyi, melukis, jurnalistik, melukis. Ada 13 pelatihan, dan pesertanya semakin banyak, sekarang sekitar 490 anak,” papar Ida Widayati.

Sujatmoko Abipraja, Kepala Seksi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) menyampaikan, bahwa dalam penyelenggaraan program Kampung Pendidikan “Kampung’e Arek Suroboyo” ada beberapa tahapan yang dilakukan, mulai dari tahap sosialisasi, launching, pendampingan, penilaian dokumen portofolio, verifikasi lapangan dan roadshow serta awarding.

“Pendampingannya  selama 3 bulan. Nanti ada visitasi dari tim yang terdiri dari akademisi, kepolisian, kesehatan sesuai 5 kategori Kampung Pendidikan.  Setelah itu diberikan masukan kekurangannya apa, supaya ke depannya lebih baik,” katanya.

Program Kampung Pendidikan diharapkan menjadi gerakan masyarakat dalam melindungi dan menyiapkan masa depan anak. Pemerintah Kota Surabaya mengapresiasi dukungan juga partisipasi warga, dan berharap perjuangan tersebut membawa hasil, mengantarkan anak-anak Surabaya menjadi anak yang berkarakter baik, mampu mandiri dan bersaing dengan anak-anak di seluruh dunia.

Sujatmoko mengatakan, berbeda dengan program pemerintah pada umumnya yang bersifat top down atau instruksi, Program Kampung Pendidikan sifatnya bottom up.

Program ini diinisiasi masyarakat, kemudian diperkuat oleh pemerintah kota dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, proses ini terus berjalan dan menjadi kebiasaan warga. (wt)