” Dari Polresta Kediri mengerahkan 400 personel dan satu batalyon siaga di Mapolresta Kediri. Ditambah, dari Brimob 50 personel. Lalu, petugas dari Kodim 0809/Kediri maupun dari Brigif 16 Wira Yudha, juga mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu ada pergerakan masa. Tujuanya, agar situasi aman dan kondusif” imbuh Kapolresta Kediri.
Dia juga menjelaskan, untuk masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum tidak ada pelarangan. Namun, harus sesuai dengan kesepakatan bersama. Misalnya, demo tidak dilaksanakan malam hari atau bertepatan pelaksanaan kegiatan keagamaan.
” Prinsip ini, juga sudah disetujui baik dari teman-teman Mahasiswa dan LSM yang ada,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa dan elemen masyarakat (LSM) juga menyepakati, demo yang dilaksanakan untuk kemajuan bersama. Jika ada perilaku yang menyalahi peraturan, pasti akan dilakukan tindakan tegas.Begitu pula, masyarakat akan menilai tindakan tersebut bukan mencerminkan budaya yang baik.
” Yang terpenting dalam apel ini adalah mempersiapkan diri untuk melaksanakan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Dan, dalam apel diikuti petugas TNI, Brimob, Polresta Kediri, Satpol PP, dan Dishub, serta Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah (Forkopimda) Kota Kediri” pungkas Kapolresta Kediri.(bud)





