Segera Diresmikan, Museum Pendidikan Diisi 800 Benda Bersejarah

Segera Diresmikan, Museum Pendidikan Diisi 800 Benda Bersejarah

Selain itu, koleksi masa perjuangan pahlawan sekaligus Bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara juga sudah siap dipamerkan. Bahkan, di museum itu, ada juga infografis yang menceritakan perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam meperjuangkan pendidikan di Indonesia.

“Lalu benda bersejarah lainnya seperti meja kelas yang ada lubang tintanya, papan tulis kaki, dan bangku. Kami juga mencoba merekonstruksikan tentang pendidikan propaganda Jepang,” tukasnya.

Uniknya lagi, di museum itu akan ada peragaan suasana kelas tempo dulu. Bahkan, nanti juga akan menampilkan alat pendukungnya, seperti buku kurikulum SD–SMA, lampu teplok, lampu tromak, ublik, lilin, dan sarana papan tulis. Termasuk properti gurunya, seperti topi sampai sepeda yang dipakai guru zaman dahulu, akan dicarikan.

Antiek menambahkan, di museum Pendidikan itu nantinya akan ada kurikulum tahun 1970 an. Di mana dalam kurikulum itu, juga dibangunkan sebuah monumen yang merupakan gambaran dari salah satu kurikulum yang digunakan untuk melatih membaca anak-anak.

“Mengeja kata demi kata, seperti ini Budi, Budi bermain bola. Kami buatkan juga monumen yang bisa dipakai untuk pembelajaran,” katanya.

Selain itu, ada pula dokumen-dokumen bersejarah lainnya seperti manuskrip kuno, lontar, huruf jawa, selebaran tulisan hiragana. Semua sudah siap.

Antiek mengaku, semua benda-benda itu berhasil dikumpulkan dari berbagai pihak. Dari komunitas, lembaga lain dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Di samping itu, ia memastikan di tempat itu akan disediakan ruang interaktif bagi setiap pengunjung.

“Setelah kami dapatkan barang itu lalu sudah dikurasi juga oleh kami. Saat ini posisinya disimpan untuk penyiapan penatan di museum. Jadi itu nanti kita bikin statis dan juga dinamis. Mereka bakal belajar menulis di zaman dulu dengan media yang berbeda,” ujarnya. (wt)