Sabtu, 13 April 2024
27 C
Surabaya
More
    LapsusSholat Subuh Di Bandara Turki Serasa Sholat Di Masjid Al Falah

    Laporan Wartawan Transparansi Djoko Tetuko dari Eropa (1)

    Sholat Subuh Di Bandara Turki Serasa Sholat Di Masjid Al Falah

    Ketika mendarat di Turki setelah melakukan perjalanan selama 12 jam dan sampai pukul 04:47 ( waktu Turki atau 08:47 WIB ), alhamdulillah transit sebelum terbang kembali ke Berlin, bisa sholat subuh berjamaah di masjid bandara Turki.

    Sampai di masjid bandara setelah pintu keberangkatan utama (sebelah kanan sekitar 100 meter) sudah ada sekitar 50 orang menunggu waktu subuh tiba. Saya wudhu pukul 05:20 dan alhamdulillah masih bisa menyempatkan sholat malam ( tahajud )2 rakaat dan sholat witir 1 rakaat.

    Setelah itu, sekitar 2 menit di antara mereka memberitahu sudah subuh dan dikumandangkan adzan subuh.

    Alhamdulillah setelah adzan masih diberi waktu sholat sunnah fajar 2 rakaat dan baca-baca doa pada waktu mustajab ah di antara adzan dan Iqomah Subuh. Setelah itu iqomah yang agak berbeda dengan di Indonesia karena dikumandangkan seperti adzan tetapi tidak pakai ashsholatu khoirun minnan naum ( sholat lebih baik daripada tidur ).

    MasyaAllah salah satu kehebatan Islam ialah ketika bermunajat di mana saja, maka bangsa dari mana saja harus bersholat dalam waktu yang sama. Gerakan yang sama dan melafalkan bacaan Alquran juga sama. Sholat subuh di masjid bandara serasa sholat subuh di Masjid Al Falah Surabaya.

    Suasana hikmah dan semua jamaah begitu khusyu’, juga begitu semangat untuk sesegera menjalankan kewajiban sholat wajib sebelum berpencar sesuai dengan tujuan masing-masing.

    Alhamdulillah setelah sholat bertemu dengan Asep (asal Tasikmalaya) yang akan meneruskan perjalanan ke Hamburg karena sejak 2009 pekerja sebagai pelaut di sana.

    “Alhamdulillah bisa bertemu di sini,” kata Asep yang tanya dulu “Indonesia,” aku jawab “iya”.

    Asep tanya mungkin karena mataku agak sipit, atau meyakinkan. Ya hilir mudik di bandara Istambul mengakhiri percakapan singkat dengan Asep karena gate penerbangan berbeda.

    Bersama pengusaha muda Surabaya, Ahmad Riyadh UB ( pengacara dan banyak usaha ), Salim Bahlamar ( kontraktor ) dan Zulkifli Mahri (pengusaha berlian) melanjutkan ke Berlin melakui gate B-15.

    Reporter : Djoko Tetuko

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan