“Pada lomba karya inovatif media pembelajaran guru SD dibagi dua, guru kelas bawah (kelas 1, 2, dan 3) dan guru kelas atas (kelas 4, 5, dan 6). Guru kelas TK juga ada kategori sendiri,” terangnya.
Menurutnya, kategori lomba karya ilmiah guru bisa diikuti oleh kelompok guru yang sama dalam lomba karya inovatif media pembelajaran. Namun, dalam lomba penulisan bahan/buku ajar, guru TK belum bisa mengikutinya. Nantinya, karya-karya bagus dari para peserta bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi teman sejawat.
“Bulan September ini masih sosialisasi. Kemudian pendaftaran peserta dilakukan bulan Oktober. Sedangkan seleksi dimulai awal November. Jadi, waktunya masih panjang. Diharapkan semua guru negeri dan swasta bisa ikut,” kata Ikhsan.
Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi menambahkan, secara prinsip lomba ini sama dengan tahun lalu. Tujuannya juga sama, karena ini bagian untuk mewadahi para guru dan tenaga kependidikan. Namun, yang sedikit membedakan, tahun ini guru MI dan MTs tidak ikut.
“Untuk lomba media pembelajaran bersifat individual atau tidak boleh karya kolektif. Karya itu juga harus asli hasil karya guru,” kata Martadi.
Martadi menjelaskan, karya tersebut harus sudah dibuat dan diterapkan di sekolah sebagai sarana best practice. Pihaknya mendorong guru-guru memanfaatkan potensi sekolah masing-masing sebagai media pembelajaran. (wt)





