Selasa, 16 April 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPendemo Desak Presiden Anulir UU KPK

    Pendemo Desak Presiden Anulir UU KPK

    SURABAYA – Sekitar tigaribu mahasiswa melakukan aksi unjukrasa di depan kantor DPRD Provinsi Jawa Timur langsung di pantau Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Tony Harmanto.

    Pantauan wartatransparansi.com, WaKapolda Jawa Timur nampak terus melakukan komunikasi dengan petugas yang ada dilapangan. Bahkan sesekali memerintahkan tetap persuasip dalam menangani pendemo.

    Sampai pukul 13.00 Wib mereka masih bertahan dan tidak bisa masuk di halaman kantor DPRD Jawa Timur. Mereka berorasi diluar pagar. Tiga ribu mahasiswa yang tergabung dalam 13 BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dari berbagai kampus di Surabaya baik PTN maupun PTS.

    Issu yang mereka usung masih sama seperti aksi aksi yang terjadi berbagai kota di tanah air seperti Jakarta, Makasat, dan lainya.

    Baca juga :  Khofifah Ungkap 1.396 Tempat Wisata Di Jatim yang Bisa Dikunjungi 

    Dalam orasinya mereka menyatakan mendesak presiden untuk menerbitkan perpu untuk menganulir UU KPK yang secara gegabah dan tidak mengindahkan aspirasi publik. UU kPK yang baru adalah permufakatan jahat yg dilakukan oleh kekuatan oligarki predatori untuk melemahkan sistem demokrasi Indonesia dengan cara pelemahan sistem yang memberikan ruang kontrol terhadap pengelolaan negara.

    Kedua meminta menunda pelantikan presiden sampai presiden menerbitkan perpu (peraturan pemerintah pengganti UU).

    Ketiga mendesak presiden untuk me regulasi yang membatasi peran dan fungsi Polri yang cenderung dominan dalam semua aspek penegakan hukum. Dengan cara meletakkan fungsi Polri dibawah Mendagri

    Selain itu menuntut presiden menghentikan proses pembahasan RKUHP karena proses penyusunannnya minim keterlibatan publik dan cenderung  memangkas Kebebasan pers, pelemahan delik korupsi, dan kebebasan berpendapat (penghinaan presiden dll).

    Baca juga :  PT Pegadaian Area Surabaya 1 Bagikan Bingkisan Lebaran Kepada Pengurus Bank Sampah Binaan

    Meski aksi ini tergolong cukup besar namun sejauh itu masih berjalan tertib. (min)

    Reporter : Wartatransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan