Selain di Balai Kota Surabaya, biasanya pameran produk ini juga digelar di kantor DKPP karena kadang terbentur dengan libur puasa atau libur lainnya. Biasanya, kalau digelar di kantor DKPP, banyak anak-anak yang berkunjung. “Ini akan terus digelar untuk mempromosikan hasil produk pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Dispora Surabaya Arief Setia Purwanto mengatakan lomba Gemu Famire ini memang untuk memeriahkan Minggu Pertanian program DKPP. Ia menjelaskan bahwa peserta yang ikut dalam kompetisi ini dibagi menjadi dua, ada yang peregu dan ada pula yang perindividu. “Khusus yang regu sebanyak 64 tim, dan yang perindividu sebanyak 204 orang,” kata dia.
Nantinya, setelah semua peserta tampil, akan dipilih pemenang dari regu dan perorangan. Khusus yang perorangan dipilih beberapa peserta untuk tampil kembali di babak final, sedangkan yang regu tidak perlu tampil lagi karena tim juri langsung menentukan pemenangnya. “Nanti para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan. Ada pemenang dari regu, perorangan dan tim favorit,” tegasnya.
Arief menambahkan bahwa senam gemu famire ini memang sangat digemari dan populer di Surabaya. Bahkan, di tingkat lansia juga ada program senam Gemu Famire. “Jadi, ini sudah lama populer di Surabaya, sehingga bukan hanya semata-mata karena ada kejadian di Papua akhir-akhir ini,” kata dia.
Ia juga menjelaskan lomba Gemu Famire yang sudah populer di Kota Surabaya ini menunjukkan kepada semua pihak bahwa Surabaya adalah rumah bagi semuanya. “Surabaya sebagai rumah bersama, menjadi tempat dan berkumpulnya beragam adat, budaya, dan suku bangsa yang ada di seluruh Indonesia,” ujarnya. (wt)





