Nur Cholis juga menyebutkan laporan Laporan hasil investigasi yang diserahkan kepada Kapolri sebanyak 170 halaman. Laporannya terdiri dari beberapa berkas dan dokumen pemeriksaan. Salah satunya, pemeriksaan beberapa saksi.
“Pertama laporan terdiri 170 halaman. Berikutnya beberapa lampiran yang pling banyak ada saksi-saksi,” ujarnya.
Menurut Kholis, dari hasil investigasi TGPF itu, tidak ada perkembangan hasil penyelidikan sebelumnya. Akan tetapi, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
Mengingat, sudah sudah 2700 halaman hasil wawancara sudah diserahkan kepada Kapolri.
“Dan data yang lain yang kami copy dan saksi-saksi yang kami wawancara sebagai penyidikan dan penyelidikan jumlah halaman 2700 halaman,” terangnya.
Novel Boaswedan diserang oleh orang tak dikenal saat perjalanan pulang usai menjalankan shalat Subuh. Novel disiram air keras di dekat kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017 lalu. Akibat penyerangan tersebut, kedua mata Novel mengalami kerusakan parah bahkan hampir buta. Novel juga harus menjalani sejumlah operasi di Singapura.
Namun, hingga Novel kembali bekerja, pihak kepolisian yang menangani kasus ini belum mampu menangkap pelaku ataupun otak di balik penyerangan tersebut. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan. (wt)