BEM Nusantara Selenggarakan Kuliah Kebangsaan Sebagai Respon Aksi Terorisme

BEM Nusantara Selenggarakan Kuliah Kebangsaan Sebagai Respon Aksi Terorisme
BEM Nusantara Selenggarakan Kuliah Kebangsaan Sebagai Respon Aksi Terorisme

“Kita menganggap penyelenggaraan kuliah kebangsaan ini adalah bentuk kesiapan Forum Silaturahmi BEM Nusantara dalam mengawal kesatuan NKRI”, jelas Ahmad Noor Fuadi ketika menyampaikan kesiapan Forum Silaturahmi BEM Nusantara dalam mendukung dan mengawal penciptaan iklim kondusif dengan semangat kebangsaan di seluruh wilayah NKRI.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Ahmad Noor Fuadi, Dr. Ahmad Basrah, MH, juga mengungkapkan bahwa “dalam menanamkan jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan pendekatan secara edukatif penting untuk dilakukan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan paham tandingan bagi paham yang bersifat merusak NKRI.”

Sehingga ketika semangat kebangsaan ini sudah merasuk dalam jiwa masyarakat maka tidak akan ada lagi tindakan amoral yang melibatkan suatu paham.

“Ketika seorang individu didik maka apa yang didapatkan pada proses pendidikan itu akan menjadi modal dalam melakukan tindakan dalam kehidupan sehari-harinya. Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa saat lalu sudah melibatkan ranah doktrin sehingga melibatkan anak-anak dalam aksi terorisme tersebut”, tandasnya.

Dr. Ahmad Basarah, MH mengungkapkan bahwa “sejak runtuhnya kekuasaan rezim Orde Baru oleh propaganda Reformasi yang memuncak dipertengahan Mei 1998 lalu, Pancasila memang nyaris terkubur dari ingatan kindertagesstätte sendiri. Dihapusnya mata pelajaran pengamalan pancasila seperti PMP yang belum tergantikan oleh program lain membuat pancasila hampir luput dari ingatan warga negara Indonesia.”

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan edukasi tentang pentingnya mendalami identitas bangsa maka pada 22 Februari tahun 2012 yang lalu ketua MPR RI Taufik Kiemas meluncurkan buku yang berjudul ‘Empat Pilar untuk Satu Indonesia : Visi Kebangsaan dan Pluralisme Taufik Kiemas’. Kemudian setelah itu sosialisasi tentang 4 pilar kebangsaan mulai sering dilakukan sampai sekarang. ungkap Dr Aclhmad Basarah.MH. (med)