Jelang Idul Fitri 1447 H, Khofifah Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas

Jelang Idul Fitri 1447 H, Khofifah Larang ASN Gunakan Kendaraan Dinas

SURABAYA, WartaTransparansi.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya apel Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya membangun kebersamaan langkah dalam menyambut Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Khofifah secara tegas melarang seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim menggunakan kendaraan dinas (plat merah) untuk kepentingan mudik. Ia meminta seluruh kendaraan dinas diparkir di kantor masing-masing selama libur Lebaran.

“Tidak boleh ada ASN yang menggunakan kendaraan dinas untuk mudik. Semua harus diparkir di kantor,” tegas Khofifah seusai Apel ASN di Kantor Gubernur . Pahlawan Surabaya, Selasa (17/3/2026)

Khofifah juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur diperkirakan akan menerima sekitar 29,4 juta orang selama periode libur Lebaran. Jumlah tersebut mencakup masyarakat yang mudik maupun yang datang untuk berlibur.

“Angka ini tentu membutuhkan kesiapsiagaan penuh dari seluruh pihak agar perjalanan masyarakat berjalan lancar, aman, selamat, dan nyaman,” ujarnya.

Terkait kesiapan pengamanan, rapat koordinasi lintas sektor telah dilakukan bersama jajaran kepolisian yang dipimpin Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Nanang Avianto. Khofifah berharap seluruh rangkaian pengamanan mudik dapat berjalan optimal.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan program mudik gratis sebagai bagian dari pelayanan publik. Salah satunya melalui angkutan kapal menuju wilayah kepulauan seperti Sapudi, yang akan melayani sekitar 3.000 warga Jatim.

Selain itu, program mudik gratis juga dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026 dengan rute Jakarta menuju Jawa Timur, serta pemberangkatan lanjutan pada 19 Maret 2026 dari Surabaya ke berbagai daerah di Jatim.

“Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas mudik gratis ini secara maksimal,” tambahnya.

Di sisi lain, Khofifah juga meminta Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak untuk melakukan simulasi terkait ketersediaan dan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng.

Menurutnya, dinamika global terutama di kawasan Timur Tengah turut berdampak terhadap fluktuasi harga, sehingga perlu langkah antisipatif yang matang.

“Lakukan simulasi secara detail dan rinci. Harga bahan pokok sangat sulit diprediksi, apalagi kita tidak tahu sampai kapan konflik global akan berlangsung. Jadi perlu kewaspadaan berlapis,” tegasnya.

Tak hanya itu, sistem kerja ASN selama periode libur Lebaran juga diminta untuk disimulasikan dengan baik, termasuk pengaturan hari kerja dan kesiapan anggaran.

“Apakah nanti skema dua hari kerja atau empat hari kerja, semua harus dihitung dengan rinci,”pungkasnya. (*)

Penulis: Amin Istighfarin