KEDIRI WartaTransparansi.com – Anggota DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, bergerak cepat menyerap aspirasi akar rumput melalui format sarasehan santai di wilayah Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kamis (12/3/2026).
Pria yang akrab disapa Pak Lek Imam ini memilih turun langsung ke lingkungan RT 05 RW 07 guna membedah persoalan krusial mulai dari carut-marut data kemiskinan (Desil), layanan BPJS, hingga ancaman sosial kos jam-jaman.
Sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar sekaligus Anggota Komisi A, Pak Lek Imam menegaskan komitmennya untuk mengawal suara warga hingga ke meja pembahasan anggaran. Ia menekankan bahwa fungsi pengawasan dan fasilitasi komunikasi adalah kunci agar program pemerintah tepat sasaran.
“Kehadiran saya di sini untuk memastikan bahwa suara bapak dan ibu sekalian tidak hanya berhenti di tingkat kelurahan, tapi sampai ke meja pembahasan anggaran di DPRD,” ujar Imam di hadapan puluhan warga.
Validasi Data dan Layanan Kesehatan
Dalam sesi dialog, Ketua RW 07, Totok, mengeluhkan kebingungan warga terkait alur rujukan BPJS dan ketimpangan data bantuan sosial (Desil). Menanggapi hal itu, Pak Lek Imam menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan penyelarasan besar-besaran terkait Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang beralih dari pusat ke APBD Kota Kediri.





