Khofifah Canangkan Sekolah Bebas Plastik

Khofifah Canangkan Sekolah Bebas Plastik

SURABAYA WartaTransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah se-Jawa Timur. Pencanangan tersebut digelar di sela kegiatan Expo dan Expose Hebatnya SMK Jatim di Grand City Surabaya, Sabtu (14/2).

Gerakan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Jatim ini diyakini menjadi langkah konkret membangun kesadaran kolektif pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Khofifah menegaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi peduli lingkungan sekaligus menjadi pelopor perubahan menuju budaya hidup bersih dan berkelanjutan.

“Langkah ini bukan gerakan sederhana. Kami sangat yakin melalui langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang,” ujar Khofifah.

Pencanangan ditandai dengan aksi simbolis memegang dan mengangkat tumbler bersama para pemangku kepentingan sektor pendidikan. Tumbler tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.

Menurut Khofifah, pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung bukan sekadar seremoni. Aksi tersebut merupakan ajakan nyata untuk membiasakan penggunaan wadah minum ulang pakai dalam aktivitas sehari-hari, sekaligus mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai.

Gerakan ini juga menjadi tindak lanjut semangat mewujudkan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sebagaimana diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto. Khofifah memastikan, komitmen bebas sampah plastik tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Memang sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan. Dari sekolah kita wujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia,” tegasnya.

Ke depan, Pemprov Jatim berharap gerakan ini menjadi budaya bersama yang tumbuh dari kebiasaan kecil, dilakukan secara konsisten, dan berdampak luas bagi kebersihan serta keberlanjutan lingkungan di Jawa Timur. (*)

Penulis: Fahrizal ArnasEditor: Amin